Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Siapkan Dana Rp5 T untuk Penanganan Bencana

Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp5 triliun untuk penanganan bencana, dengan BNPB memiliki dana siap pakai hampir Rp1 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Siapkan Dana Rp5 T untuk Penanganan Bencana
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana khusus sebesar Rp5 triliun untuk mendukung penanganan bencana nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut disiapkan sebagai antisipasi terhadap kebutuhan penanganan darurat yang mungkin muncul akibat bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa alokasi ini bersifat fleksibel dan siap digunakan sesuai kebutuhan mendesak.

Hingga saat ini, BNPB belum mengajukan pencairan dana tambahan dari anggaran yang telah disiapkan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa jika dana siap pakai yang sudah tersedia—sekitar Rp1 triliun—mulai menipis, BNPB dapat mengajukan pencairan lebih lanjut hingga batas maksimal Rp5 triliun. Proses pengajuan tetap mengacu pada mekanisme resmi dan akan diproses sesuai dengan kebutuhan aktual dan bukti lapangan.

Ia menekankan bahwa penanganan bencana dikelola dengan pendekatan khusus yang berbeda dari anggaran rutin, dengan fokus utama pada pencegahan penderitaan masyarakat. “Kita akan usahakan semaksimal mungkin, jadi enggak usah khawatir untuk anggaran bencana,” tegas Purbaya dalam konferensi pers di kompleks parlemen Jakarta. Penekanan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan dana tanpa menunggu proses panjang.

Pembayaran dana penanggulangan bencana diatur secara cepat dan responsif, mempertimbangkan urgensi kemanusiaan. Purbaya menegaskan bahwa keputusan pencairan tidak tergantung pada ketersediaan anggaran semata, melainkan pada permintaan resmi dari BNPB yang didukung data dan kebutuhan nyata. Dengan demikian, sistem ini dirancang untuk mempercepat respons dan menjamin keberlangsungan bantuan di daerah terdampak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya