Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan di Kemenkeu

Menteri Keuangan menolak tudingan hoaks soal jual beli jabatan dan menegaskan integritas sebagai dasar penempatan pejabat di lingkungan kementerian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.37 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
Purbaya Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan di Kemenkeu📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia menegaskan bahwa klaim bahwa dirinya menerima uang Rp100 miliar untuk menempatkan seseorang dalam posisi strategis adalah informasi palsu tanpa dasar. “Saya bingung dari mana isu itu muncul,” ujar Purbaya dalam kesempatan pelantikan ratusan pejabat di kantor pusat Kemenkeu, Kamis (10/9/2026). Ia menekankan bahwa rumor tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar substantif.

Purbaya menekankan bahwa integritas merupakan prinsip utama yang harus dimiliki setiap pegawai di Kemenkeu. Dengan kewenangan besar dalam mengelola penerimaan negara, pengeluaran, aset negara, dan instrumen keuangan yang berdampak luas, ia menekankan bahwa jabatan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. “Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab dan pengawasan yang harus dijalani,” tegasnya.

Proses rotasi dan mutasi pejabat di eselon II hingga IV yang baru dilakukan merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang rutin dilakukan untuk menjaga kinerja dan dinamika institusi. Menurut Purbaya, organisasi yang sehat tidak boleh stagnan. “Kita perlu memberi kesempatan kepada para profesional yang berkompeten untuk memimpin dan mengemban tugas yang lebih besar,” ujarnya. Proses ini dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pada kinerja serta kebutuhan strategis kementerian.

Purbaya menegaskan bahwa penempatan pejabat didasarkan pada kapasitas, kompetensi, dan kemampuan menangani tantangan spesifik di bidang masing-masing. Ia menekankan bahwa pilihan personel bukan hasil negosiasi atau imbalan, melainkan hasil evaluasi objektif dan pertimbangan kebutuhan organisasi. “Kita menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, sesuai tantangan yang dihadapi,” tambahnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya