Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purwacarita Borobudur Hadirkan Sejarah dalam Pengalaman Imersif

Pameran imersif di Jakarta menghadirkan kisah Candi Borobudur melalui delapan zona interaktif berbasis riset sejarah dan teknologi etis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purwacarita Borobudur Hadirkan Sejarah dalam Pengalaman Imersif
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pameran edukasi bertajuk Purwacarita Borobudur resmi dibuka di Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, mulai 1 September 2026. Acara yang digelar secara gratis ini menawarkan pengalaman imersif berbasis narasi sejarah yang telah diverifikasi secara akademis, menggabungkan budaya, teknologi digital, dan pendekatan etis dalam pemanfaatan kecerdasan buatan. Tujuan utamanya adalah menjadikan sejarah sebagai pengalaman sensorik yang lebih dekat bagi generasi muda.

Seluruh konten dalam pameran telah melalui proses validasi oleh para ahli dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada serta lembaga Museum dan Cagar Budaya. Pendekatan Ethical AI digunakan sebagai alat bantu visualisasi, bukan pengganti fakta. Menurut Azhar Muhammad Fuad, pendiri Curaweda, teknologi hanya menjadi medium untuk mengekspresikan kebenaran sejarah secara lebih hidup, tanpa mengorbankan akurasi dan nilai budaya asli.

Delapan zona pengalaman dirancang untuk memandu pengunjung menelusuri berbagai dimensi Candi Borobudur. Mulai dari pengantar lanskap di Zona Sapa Borobudur, hingga simulasi perjalanan spiritual di Zona Mandala yang menampilkan rute peziarah kuno menuju Stupa Induk. Interaksi dengan tokoh-tokoh legendaris seperti Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani dalam Zona Batu Carita memberi pemahaman mendalam tentang konteks sosial dan spiritual masa lalu.

Pengunjung juga dapat menjelajah ekosistem purba lewat Zona Harmoni Borobudur, yang memungkinkan interaksi dengan satwa khas masa lampau seperti merak dan rusa Jawa melalui sensor gerak. Sementara Zona Buku Carita menyajikan narasi personal tentang perjalanan Putri Pramodhawardhani dalam memahami visi arsitektur dan filosofi pembangunan candi. Film pendek lima menit di Zona Asal Mula Borobudur menjadi penutup utama, merangkum sejarah penciptaan dan makna relief-relief kuno.

Purwacarita Borobudur diharapkan menjadi destinasi edukasi budaya alternatif di Jakarta, sekaligus menjadi pintu masuk sebelum kunjungan langsung ke kompleks candi di Magelang. Dengan pendekatan yang inovatif namun tetap berpijak pada fakta, pameran ini menunjukkan potensi kolaborasi antara teknologi dan pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya