Putin: Kemitraan Negara-Badan Usaha Wajib Penuhi Komitmen
Presiden Rusia menekankan pentingnya kewajiban bersama negara dan sektor swasta dalam memulai siklus investasi baru di tengah kondisi ekonomi stabil.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa pelaksanaan siklus investasi baru di negaranya hanya dapat terwujud jika kedua pihak—pemerintah dan dunia usaha—menepati komitmen masing-masing. Dalam pidato di sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, ia menyoroti peran kunci kemitraan publik-swasta sebagai fondasi utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sinergi yang efektif hanya bisa terjadi jika keduanya menjalankan perannya secara penuh dan berkelanjutan.
Putin menyebut bahwa sejumlah proyek strategis besar telah selesai dilaksanakan, sebagian besar melibatkan perusahaan swasta dengan dukungan infrastruktur dari pemerintah. Ia menekankan bahwa proyek-proyek tersebut tidak hanya terselesaikan, tetapi juga berhasil secara teknis dan ekonomi. Kini, menurutnya, saatnya untuk beralih ke tahap baru—memulai siklus investasi berikutnya yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa kondisi stabil menjadi prasyarat penting bagi daya tarik investasi, terlebih dalam konteks ekonomi global yang dinamis. Namun, meski tantangan tetap ada, Putin menyatakan keyakinannya bahwa ide-ide inovatif akan muncul untuk mendorong langkah maju tersebut. Ia percaya bahwa dengan komitmen bersama dan lingkungan yang kondusif, Rusia dapat membangun fondasi baru bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Forum Ekonomi Timur 2026 yang diselenggarakan di Vladivostok dari 1 hingga 4 September menjadi ruang strategis bagi dialog lintas negara dan sektor. Di forum ini, berbagai isu ekonomi regional dan global, termasuk peran Asia-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan, dibahas secara mendalam. Kehadiran pemimpin dunia seperti Putin menunjukkan komitmen Rusia terhadap kemitraan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


