Rapat Koordinasi Pemerintah Batal, OJK Umumkan Hasil Pemeriksaan Tiga Emiten
Rapat koordinasi antara Menko Airlangga, Menkeu, dan OJK dibatalkan, sementara OJK secara resmi mengumumkan temuan manipulasi pasar saham terhadap tiga emiten milik konglomerat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 133x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memutuskan menunda rapat koordinasi yang rencananya dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto bersama Menteri Keuangan dan Ketua OJK. Keputusan ini diambil setelah sejumlah lembaga negara, termasuk OJK, Kepolisian RI, BPI Danantara, dan DPR, menggelar konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merespons pengumuman konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia. Airlangga menyatakan bahwa respons yang telah disampaikan secara kolektif sudah cukup sebagai respons resmi terhadap isu tersebut.
Rapat yang seharusnya digelar pada siang hari ini, Jumat (16/10/2026), dibatalkan tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai agenda utama. Namun, pemerintah tetap akan menggelar pertemuan di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada pukul 19.00 WIB. Jumlah peserta dan topik pembahasan rapat tersebut tidak dikonfirmasi secara resmi oleh Airlangga. Ia menyiratkan bahwa isu MSCI sudah tidak menjadi fokus utama karena telah mendapat respons melalui forum publik yang telah diselenggarakan.
Dalam konferensi pers di gedung BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap tiga emiten yang diduga terlibat dalam praktik manipulasi pasar. Tiga perusahaan tersebut adalah PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) milik Franky Oesman Widjaja, PT. Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT. Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), yang masing-masing merupakan bagian dari konglomerat milik Prajogo Pangestu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran serius terhadap ketentuan Pasal 91 dan Pasal 92 Undang-Undang Pasar Modal, serta Pasal 107 terkait penawaran umum saham.
Pemeriksaan terhadap DSSA mencakup periode 2023 hingga 2026, dengan fokus pada aktivitas perdagangan saham yang diduga melibatkan aliran dana mencurigakan. OJK mengumpulkan dokumen dari anggota bursa dan menelusuri transaksi lintas pihak terkait. Dalam proses tersebut, sebanyak 12 direksi perusahaan efek, 15 pihak perorangan, dan 11 badan hukum asing dipanggil untuk dimintai keterangan. Hasilnya, terungkap adanya manipulasi pasar yang dilakukan secara terencana oleh nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa, yang berdampak pada kenaikan signifikan harga saham DSSA.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

