Ratusan Santri Keracunan, Menko Pangan Minta Penyelidikan Tuntas
Lebih dari 500 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan pelanggaran standar pangan, memicu tindakan tegas dari Menko Pangan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Insiden keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri dan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, menjadi perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Pangan. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan harus ditelusuri secara menyeluruh, tanpa kompromi. Ia memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit mendalam terhadap operasional SPPG tersebut, sambil menegaskan bahwa keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan demi kepatuhan administratif semata.
Pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi ketidakpatuhan terhadap prosedur kesehatan dan higiene dalam penyajian makanan. Salah satu temuan krusial adalah ketidaksesuaian pelabelan waktu makanan matang. Padahal, makanan yang dimasak pada pukul 05.00 pagi seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00, tetapi dalam praktiknya diserahkan ke sekolah justru setelah pukul 11.00, bahkan baru dimakan sekitar pukul 12.00. Ketidaksesuaian ini diduga menjadi penyebab utama keracunan massal yang menimpa para penerima manfaat.
Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan secara tegas bahwa insiden ini bukan sekadar kelalaian, melainkan kelalaian yang disengaja. Ia menekankan bahwa semua aturan, juklak-juknis, dan prosedur telah disosialisasikan secara lengkap, namun tidak dilaksanakan secara konsisten. Ia menegaskan bahwa jika terbukti ada unsur pidana, tidak hanya jabatan yang dicabut, tetapi juga akan diproses hukum. Tindakan tegas tersebut dimaksudkan sebagai efek jera bagi seluruh pengelola SPPG di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah hingga hasil investigasi selesai. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap 27.485 SPPG yang beroperasi di 324 kabupaten/kota menemukan 3.515 unit belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baik karena belum mengajukan maupun tidak memenuhi syarat. Sebanyak 249 Kepala SPPG telah diberhentikan akibat berbagai pelanggaran, termasuk kegagalan dalam menjaga standar keamanan pangan dan ketidakhadiran berkepanjangan.
Menko Pangan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan bentuk komitmen negara terhadap perbaikan gizi dan kesehatan generasi muda. Ia menyeru seluruh pengelola SPPG untuk meningkatkan disiplin operasional, mulai dari produksi hingga distribusi, dengan memastikan semua tahapan sesuai standar. Setiap pelanggaran, meski hanya satu kejadian, harus menjadi peringatan bagi seluruh jaringan untuk tidak menganggap remeh keamanan pangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

