Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RDMP Balikpapan Hampir Rampung, Siap Kurangi Impor BBM

Proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 99 persen, siap beroperasi penuh untuk memperkuat pasokan BBM nasional dan kurangi ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
RDMP Balikpapan Hampir Rampung, Siap Kurangi Impor BBM📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan peninjauan progres RDMP Balikpapan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke Kalimantan Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi atas perkembangan infrastruktur strategis energi di wilayah timur Indonesia. Ia meninjau langsung kondisi kilang yang kini berada di tahap akhir penyelesaian, dengan fokus pada penyesuaian teknis dan pengujian peralatan baru sebelum operasi komersial dimulai.

Bahlil menyatakan bahwa proyek strategis nasional ini telah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 99 persen. Ia menegaskan bahwa sisa pekerjaan hanya bersifat teknis halus, seperti penyesuaian komponen dan sistem pengujian peralatan baru, yang tidak menghambat jadwal operasional. "Sudah hampir selesai, tinggal detail-detail kecil yang biasa muncul saat peralatan baru dinyalakan," ujarnya, menekankan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan semua tahap sebelum beroperasi penuh.

Sementara itu, ketersediaan BBM di tingkat nasional tetap terjaga, sesuai standar minimal. Stok Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi dengan oktan 92, 95, dan 98 tersedia lebih dari 20 hari. Solar juga tidak mengalami kekurangan, karena kebutuhan nasional telah terpenuhi tanpa harus melakukan impor. Di Kalimantan, distribusi BBM berjalan seimbang dengan rata-rata nasional, namun perlu optimalisasi agar subsidi tepat sasaran.

Bahlil menekankan pentingnya koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk mencegah penimbunan dan memastikan distribusi berjalan lancar. Ia menyebut adanya kendala logistik akibat dampak fenomena El Niño yang menyebabkan pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, sehingga mengganggu jalur sungai. Sebagai respons, Pertamina menerapkan solusi sementara dengan menggunakan kapal penampung terapung untuk menyalurkan BBM melalui jalur darat.

Dalam jangka panjang, RDMP Balikpapan diharapkan mampu memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Investasi sebesar 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun menjadikannya salah satu proyek BUMN terbesar di satu lokasi. Dengan beroperasinya kilang ini, Indonesia akan semakin mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan memperkuat kedaulatan energi, sesuai dengan visi Asta Cita.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya