Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Realisasi Investasi Dua Tahun Pemerintahan Capai Rp3,9 Triliun

Dalam dua tahun masa kepemimpinan Prabowo-Gibran, realisasi investasi mencapai Rp3,923 triliun, menyerap lebih dari 5,4 juta tenaga kerja secara nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 63x dibuka
Realisasi Investasi Dua Tahun Pemerintahan Capai Rp3,9 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp3,923 triliun dalam periode empat belas bulan terhitung sejak triwulan IV tahun 2024 hingga triwulan III tahun 2026. Angka ini setara dengan 30,1% dari target total investasi jangka menengah 2025–2029 yang ditetapkan sebesar Rp13,033 triliun. Capaian tersebut turut berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 5.485.944 orang.

Distribusi investasi menunjukkan keseimbangan antarwilayah, dengan sebanyak 51,8% atau senilai Rp2,031 triliun berasal dari daerah luar Jawa, sementara Jawa menyerap 48,2% atau Rp1,892 triliun. Dari sisi sumber dana, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp1,999 triliun (50,9%), sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencatatkan Rp1,925 triliun (49,1%), menunjukkan keseimbangan signifikan antara investasi domestik dan asing.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa perhitungan dua tahun pemerintahan dimulai dari triwulan IV 2024, bukan dari awal tahun, sehingga mencakup seluruh tahun 2025 dan tiga triwulan pertama 2026. Ia menekankan bahwa angka ini merupakan hasil dari upaya sinergi antarlembaga dan percepatan proses perizinan yang telah dilakukan sejak awal masa jabatan.

Target investasi sebesar Rp13,033 triliun untuk periode 2025–2029 dirancang sebagai fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8% pada tahun 2029. Realisasi yang telah dicapai selama dua tahun pertama menjadi indikator kuat bahwa langkah strategis dalam peningkatan iklim investasi telah berjalan sesuai rencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya