Recall Massal Mobil Listrik China Libatkan 4,3 Juta Unit
Sembilan produsen otomotif menarik 4,3 juta kendaraan di China akibat risiko gagang pintu darurat sulit diakses saat darurat, dengan Tesla sebagai pelaku terbesar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 4,3 juta unit kendaraan listrik di China ditarik dari peredaran dalam aksi recall terbesar dalam sejarah negara itu, menyusul temuan bahwa gagang pintu darurat mekanis berpotensi sulit ditemukan atau dioperasikan saat terjadi kecelakaan atau kebakaran. Masalah ini menyeret sembilan merek, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, dan Xpeng, yang bersama-sama menyumbang lebih dari 4 juta unit. Penarikan mulai berlaku sejak 25 September, sejalan dengan arahan regulator pasar terhadap keselamatan pengguna.
Tesla menjadi pihak dengan jumlah terbanyak yang terlibat, mencapai 2,98 juta unit, termasuk Model 3, Model Y, Model S, dan Model X, baik hasil impor maupun produksi lokal. Sisanya berasal dari Xiaomi (390 ribu unit), Leapmotor (371 ribu unit), dan Xpeng (264 ribu unit), dengan sisa sekitar 295 ribu unit dari Geely Holding serta empat produsen lain yang tidak disebutkan namanya. Fokus utama penarikan adalah pada desain gagang pintu darurat yang tersembunyi di dalam kabin, yang bisa tidak terlihat atau tidak berfungsi saat sistem listrik gagal akibat benturan keras.
Dalam penjelasannya, Tesla mengakui bahwa setelah kecelakaan dengan kerusakan listrik, gagang darurat bisa sulit dikenali, sehingga menghambat evakuasi penumpang maupun akses tim penyelamat. Solusi yang diterapkan meliputi pemasangan label peringatan dan pembaruan perangkat lunak jarak jauh yang secara otomatis menurunkan kaca jendela setelah terdeteksi tabrakan. Leapmotor memilih pendekatan serupa dengan label dan pembaruan kontrol jendela, meski cakupannya lebih terbatas. Perusahaan menegaskan tetap menjalankan prosedur recall sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengguna.
Xpeng dan Geely tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar, sementara Xiaomi menyatakan tidak memiliki informasi lebih lanjut selain pernyataan resmi regulator. Situasi ini mendapat sorotan setelah insiden fatal pada Oktober, ketika seorang pengemudi mobil Xiaomi SU7 tewas akibat kebakaran setelah kecelakaan, karena tidak ada yang bisa membuka pintu karena gagang darurat tidak terdeteksi. Insiden tersebut menjadi katalis bagi penguatan regulasi keselamatan kendaraan listrik di China.
China kini memperketat standar keselamatan di industri otomotif listrik, termasuk melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Langkah ini menandai kebijakan pertama di dunia yang secara resmi membatasi desain populer yang diadopsi banyak produsen lokal dari Tesla. Di Amerika Serikat, otoritas keselamatan jalan raya (NHTSA) juga sedang meninjau kemungkinan standar baru terkait risiko penumpang terjebak saat listrik padam, namun belum ada pabrikan yang melaporkan rencana recall serupa untuk pasar AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

