Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun, Terealisasi Lewat BRI dan BSI

Pemerintah siap berikan rekening bank gratis otomatis kepada warga berusia 17 tahun, terhubung NIK dan KTP, dengan saldo awal Rp50 ribu, serta integrasi QRIS tanpa biaya bagi UMKM.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.33 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun, Terealisasi Lewat BRI dan BSI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening bank secara otomatis bagi seluruh warga Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan nasional, dengan rekening akan terhubung langsung ke Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai dasar identifikasi digital.

Pembukaan rekening akan dilakukan melalui dua bank pelat merah: Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk wilayah di luar Aceh, sementara untuk Aceh, penerapannya akan dikelola oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Koordinasi antarmanajemen kedua bank sedang dalam tahap finalisasi untuk memastikan akselerasi pelaksanaan secara nasional.

Setiap rekening yang dibuka secara otomatis akan langsung diberikan saldo awal sebesar Rp50 ribu oleh pemerintah, yang tidak dapat dipotong biaya administrasi maupun biaya lainnya. Aturan khusus sedang disiapkan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan dana awal tetap utuh dan dapat digunakan oleh pemilik rekening.

Rekening tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana menabung, tetapi juga menjadi saluran utama penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah lainnya. Dengan integrasi data kependudukan, penyaluran bantuan diharapkan lebih cepat, akurat, dan transparan. Selain itu, setiap rekening akan dilengkapi sistem pembayaran digital berbasis QRIS secara otomatis, tanpa biaya merchant discount rate (MDR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Tujuan utama program ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat ekosistem keuangan digital, serta mendukung transformasi ekonomi syariah, khususnya melalui perluasan akses ke layanan keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya