Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rektor UINSA Mundur Setelah Demo Mahasiswa, Jabatan Sementara Diisi Plt

Rektor UINSA Prof Akh Muzakki resmi mengundurkan diri setelah aksi demonstrasi mahasiswa berujung penyegelan kampus, dengan surat pengunduran diri telah diterima Kemenag.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rektor UINSA Mundur Setelah Demo Mahasiswa, Jabatan Sementara Diisi Plt📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepastian pengunduran diri Prof Akh Muzakki dari jabatan rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya telah dikonfirmasi oleh salah satu anggota Senat Universitas, Prof KH Imam Ghazali Said. Menurutnya, surat pengunduran diri telah dikirimkan pada malam hari sebelumnya dan diterima oleh Kementerian Agama pada pagi harinya. Keputusan ini diambil setelah gelombang protes mahasiswa yang berlangsung intensif dan berakhir dengan penyegelan kampus secara menyeluruh.

Dalam keterangan resminya, Imam menjelaskan bahwa pengunduran diri Muzakki telah disetujui oleh Kemenag, dan sementara waktu posisi pimpinan tertinggi di kampus akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ia menegaskan bahwa penunjukan Plt merupakan langkah teknis untuk menghindari kekosongan jabatan, meski sebelumnya sempat diusulkan untuk tidak menunjuk Plt. Namun, keputusan tersebut sudah ditegaskan melalui surat keputusan resmi, sehingga tidak bisa dibatalkan.

Mahasiswa tetap bersikukuh menolak pengumuman mundurnya rektor berdasarkan informasi media atau pernyataan lisan. Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan bukti administratif nyata, bukan sekadar kabar atau pernyataan dari pihak ketiga. Ia menantang Muzakki untuk hadir langsung di kampus dan menyerahkan salinan surat pengunduran diri secara terbuka agar aksi boikot bisa dihentikan.

Hingga saat ini, aktivitas perkuliahan tatap muka di UINSA Surabaya telah berhenti total dan beralih ke sistem daring. Namun, DEMA menjamin layanan administratif bagi mahasiswa dan alumni tetap berjalan normal. Pihaknya membuka ruang bagi tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pelayanan publik tanpa batasan. Mahasiswa tetap menegaskan bahwa penyegelan akan berlanjut hingga bukti normatif pengunduran diri rektor diterima secara resmi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku kaget dengan dinamika yang terjadi di UINSA, mengingat sebelumnya proses pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri Islam selalu berjalan lancar tanpa gejolak. Ia menyatakan akan melakukan telaah menyeluruh terhadap prosedur pemilihan rektor di UINSA untuk memastikan tidak ada penyimpangan dari peraturan yang berlaku. Penyelidikan ini dilakukan untuk memahami akar permasalahan dan mencegah terulangnya konflik serupa di kampus lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya