Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Revaldo Ditangkap Kembali karena Sabu, Polisi Temukan Hasil Urin Positif

Aktor Revaldo Fifaldi kembali ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan sabu, setelah hasil tes urine menunjukkan positif narkotika dan psikotropika.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Revaldo Ditangkap Kembali karena Sabu, Polisi Temukan Hasil Urin Positif
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Aktor Revaldo Fifaldi kembali menjadi sorotan setelah diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada malam hari, Senin (24/8). Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian direspon dengan penyelidikan mendalam. Dari hasil pemeriksaan awal, Revaldo diduga terlibat dalam penggunaan narkotika jenis sabu, yang kini menjadi fokus penyidikan.

Selama penggeledahan, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait dengan dugaan penyalahgunaan narkoba. Revaldo kemudian dibawa ke kantor penyidik untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine yang dilakukan menunjukkan positif terhadap narkotika dan psikotropika, menegaskan dugaan penggunaan zat terlarang tersebut.

Kasus ini bukan pertama kalinya Revaldo terlibat dengan narkoba. Ia sebelumnya pernah ditangkap pada 2006, lalu kembali pada 2010 dan 2023, menunjukkan pola keterulangan yang mengkhawatirkan. Kini, pihak kepolisian tengah mengembangkan penyelidikan untuk memastikan proses hukum berjalan secara utuh dan transparan.

Dalam konteks ini, para ahli menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri pengguna sabu agar masyarakat bisa lebih waspada. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain gangguan tidur, penurunan nafsu makan, jantung berdebar, perubahan suasana hati, kecemasan berlebihan, dan penurunan berat badan. Meski demikian, perubahan perilaku atau fisik tersebut tidak bisa dijadikan dasar penilaian langsung tanpa pemeriksaan medis.

Penting untuk dicatat bahwa tanda-tanda tersebut bisa disebabkan oleh faktor lain seperti stres, gangguan mental, atau penyakit fisik. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat adalah dengan mengajak bicara secara empatik, tanpa menuding, dan mendorong pihak yang mengalami gejala untuk segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan profesional. Kasus Revaldo menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya melibatkan konsekuensi hukum, tetapi juga dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya