Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Perkuat Akses Kesehatan di Daerah

Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan di daerah melalui peningkatan kelas 66 RSUD dan revitalisasi Puskesmas, dengan target selesai pada 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Perkuat Akses Kesehatan di Daerah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional dengan fokus pada peningkatan kualitas dan akses layanan di tingkat daerah. Sebanyak 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama akan ditingkatkan menjadi kelas C dalam periode 2025 hingga 2027. Program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan tidak tergantung lokasi geografis, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Hingga September 2026, 21 dari 22 RSUD yang ditargetkan untuk peningkatan kelas pada 2025 telah selesai dibangun, dengan 18 di antaranya sudah beroperasi. Sementara itu, dari 20 RSUD yang menjadi sasaran pada 2026, 18 sudah memulai pembangunan, sedangkan 24 lainnya yang direncanakan untuk 2027 masih dalam tahap perencanaan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan ke kota besar dengan memastikan setiap kabupaten dan kota mampu menangani penyakit umum secara mandiri.

Di samping perbaikan fasilitas rumah sakit, pemerintah juga memperluas penguatan layanan primer melalui revitalisasi Puskesmas. Sebanyak 9.000 Puskesmas telah menerapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP), yang mengatur layanan berdasarkan siklus hidup pasien—mulai dari bayi, anak, dewasa hingga lansia. Pendekatan ini menekankan pencegahan, deteksi dini, dan perawatan berkelanjutan. Sebanyak 7.508 Puskesmas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta telah didistribusikan 300.000 alat antropometri ke Posyandu dan 10.000 alat USG ke Puskesmas.

Penguatan infrastruktur juga meliputi penambahan 10.000 perangkat sinar-X untuk skrining TBC dan pendukung teknologi diagnosis molekuler. Sebanyak 1.988 Puskesmas baru akan dibangun antara 2027 hingga 2029, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh selesainya bangunan, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, peralatan, dan sistem pelayanan yang berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan peningkatan kapasitas RSUD dan penguatan Puskesmas, pemerintah berupaya menciptakan sistem kesehatan nasional yang lebih terpadu, inklusif, dan responsif. Tujuannya adalah memastikan setiap warga Indonesia, tak peduli di mana berada, dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berpergian jauh ke pusat kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya