Ritual Wajah Ditutup Emas di Thailand Diklaim Undang Keberuntungan
Puluhan warga Thailand mengikuti ritual menutup wajah dengan daun emas di Taman Por Kae Ngoen Lan sebagai bentuk doa untuk keberuntungan dan pemulihan keyakinan diri.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah tekanan ekonomi yang terus menggema, puluhan orang memilih mengikuti ritual unik di Taman Por Kae Ngoen Lan, Thailand, dengan menutup wajah menggunakan lembaran daun emas. Lokasi ritual ini menjadi pusat perhatian karena dianggap sarat makna spiritual dan simbolik bagi mereka yang mencari pelindung dari kesulitan hidup. Patung Por Kae, sosok pertapa legendaris yang dihormati sebagai penjaga kebijaksanaan kuno, menjadi pusat fokus dalam upacara yang dilakukan secara rutin.
Setiap peserta duduk berhadapan dengan patung tersebut, lalu diberi lembaran emas yang disusun secara hati-hati menutupi seluruh wajah. Proses ini bukan sekadar tindakan ritual, tetapi dianggap sebagai bentuk persembahan spiritual yang menunjukkan komitmen untuk memohon keberuntungan dan perlindungan. Banyak dari mereka menyatakan bahwa kehadiran di tempat ini membawa perubahan psikologis, membantu membangkitkan rasa percaya diri yang sempat terkikis oleh tekanan ekonomi.
Kegiatan ini terus menarik minat masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk mereka yang menghadapi masa sulit dalam pekerjaan atau keuangan. Bagi mereka, ritual bukan sekadar bentuk kepercayaan, tetapi juga sarana refleksi diri dan harapan baru. Dengan memakai emas—bahan yang selalu dikaitkan dengan kemewahan dan nilai tinggi—mereka berharap bisa membawa perubahan positif dalam kehidupan.
Kepemimpinan spiritual di lokasi menegaskan bahwa ritual ini tidak ditujukan untuk menyejahterakan secara materi semata, tetapi lebih pada pemulihan keseimbangan batin dan keyakinan bahwa keberuntungan bisa datang dari usaha spiritual. Tujuan utamanya adalah membantu individu menatap masa depan dengan optimisme, meski dalam kondisi sulit.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

