Rp788,51 Miliar untuk 309 Rute Udara Perintis 2027
Kemenhub menyalurkan anggaran Rp788,51 miliar untuk layanan perintis udara, mencakup 262 rute penumpang dan 47 rute kargo di 23 wilayah koordinasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp788,51 miliar untuk program angkutan udara perintis pada tahun anggaran 2027. Dana tersebut digunakan untuk menopang operasional 309 rute, yang terdiri atas 262 rute penumpang dan 47 rute kargo, tersebar di 23 wilayah koordinasi yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Koordinator Wilayah Perintis. Penetapan ini merupakan peningkatan dari tahap pagu indikatif yang sebelumnya mengakomodasi 306 rute.
Peningkatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses transportasi udara ke wilayah terpencil. Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyatakan bahwa tambahan tiga rute—dua penumpang dan satu kargo—dilakukan untuk memperkuat konektivitas di daerah dengan akses terbatas. Rute-rute ini khususnya berfokus pada wilayah terdepan, tertinggal, terpencil, dan perbatasan (3TP), di mana transportasi darat minim atau tidak tersedia.
Anggaran untuk layanan perintis mencakup sekitar 12,87 persen dari total pagu Ditjen Perhubungan Udara 2027, yang berjumlah Rp6,12 triliun. Angka ini merupakan hasil pergeseran dan penambahan sebesar Rp837,2 miliar dibandingkan pagu indikatif Rp5,29 triliun, sesuai surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas tanggal 5 Agustus 2026. Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan, pengembangan fasilitas bandar udara, serta program infrastruktur konektivitas yang mendapat alokasi Rp3,29 triliun.
Program dukungan manajemen menerima sekitar Rp2,83 triliun, menunjukkan fokus terhadap kinerja dan pengelolaan yang berkelanjutan. Seluruh alokasi dirancang untuk menjaga kelancaran layanan, memperkuat sistem keselamatan penerbangan, serta memastikan akses transportasi tetap terjaga di daerah yang sulit dijangkau. Rencana ini masih dalam tahap finalisasi dalam RKA K/L Tahun Anggaran 2027, berdasarkan Nota Keuangan dalam RAPBN 2027.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


