Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.650 per Dolar AS Pagi Ini

Nilai tukar rupiah turun menjadi Rp17.650 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, dipengaruhi kenaikan dolar AS setelah data NFP AS lebih kuat dari perkiraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.650 per Dolar AS Pagi Ini
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.650 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/9) pagi, mengalami depresiasi sebesar 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan global terhadap dolar AS yang kembali menguat, menyeret sejumlah mata uang kawasan Asia ke zona negatif.

Mayoritas mata uang regional mengalami penurunan, termasuk yuan China yang turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,15 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen, dan dolar Singapura turun 0,07 persen. Sementara itu, yen Jepang dan won Korea Selatan menguat masing-masing 0,15 persen dan 0,25 persen, sedangkan dolar Hong Kong tetap stabil.

Di pasar global, mayoritas mata uang utama juga mengalami tekanan. Euro turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dan dolar Australia terdepresiasi 0,01 persen. Dolar Kanada tetap stabil, sementara franc Swiss mengalami penurunan 0,05 persen. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang menunggu data ekonomi penting dari Indonesia.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan dolar AS pasca rilis data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang lebih kuat dari perkiraan. Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan terbatas, mengingat investor sedang menunggu rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia. Rentang fluktuasi diperkirakan berada antara Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya