Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.713 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Nilai tukar rupiah menguat 50 poin pada pembukaan perdagangan Kamis, berada di level Rp17.713 per dolar AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.713 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pada awal perdagangan Kamis, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan pergerakan menguat dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Kurs komersial dibuka di angka Rp17.713 per dolar AS, menguat 50 poin atau setara 0,28 persen dari level penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.763 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan sedikit kebangkitan terhadap tekanan sebelumnya, meskipun masih berada dalam rentang fluktuatif yang biasa terjadi di pasar keuangan regional.

Pergerakan rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar valuta asing, serta sentimen terhadap pergerakan dolar AS secara global. Meskipun menguat di awal sesi, pergerakan ini belum menunjukkan kekuatan berkelanjutan, mengingat volatilitas pasar yang tetap tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global. Investor tetap waspada terhadap perkembangan suku bunga dan kebijakan moneter di negara-negara maju.

Kenaikan nilai tukar rupiah pada awal hari ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi domestik, terutama dalam konteks ketahanan nilai tukar terhadap tekanan eksternal. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk mengubah tren negatif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah dan otoritas moneter tetap memantau perkembangan secara ketat untuk memastikan stabilitas sistem keuangan.

Penguatan awal rupiah di hari ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar, terutama dalam konteks likuiditas dan arus modal asing. Jika tren ini berlanjut, dapat membantu menekan tekanan inflasi dan memperkuat posisi cadangan devisa. Namun, kenaikan ini tetap bersifat sementara dan masih rentan terhadap perubahan sentimen global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya