Rupiah Melemah ke Rp17.758 per Dolar AS di Akhir Perdagangan Jumat
Nilai tukar rupiah berakhir melemah tipis ke Rp17.758 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter BI dan tekanan dari penurunan harga minyak global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada akhir sesi perdagangan Jumat (18/9), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.758 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan level sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan ringan terhadap mata uang domestik, seiring dengan dinamika pasar global yang bervariasi.
Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang terjadi secara heterogen. Yuan Tiongkok menguat 0,11 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,45 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, yen Jepang terdepresiasi hingga 1,09 persen, sementara won Korea Selatan turun 0,28 persen.
Pada pasar mata uang utama negara maju, euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,09 persen dan 0,08 persen, sedangkan dolar Australia terapresiasi 0,21 persen. Dolar Kanada melemah 0,04 persen terhadap dolar AS, sementara franc Swiss bergerak stabil tanpa perubahan signifikan.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini didorong oleh ekspektasi terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pekan depan. Ia menilai pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan, sementara penurunan harga minyak mentah dunia tidak memberikan dukungan signifikan terhadap rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


