Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.758 per Dolar AS di Akhir Perdagangan Jumat

Nilai tukar rupiah berakhir melemah tipis ke Rp17.758 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter BI dan tekanan dari penurunan harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.758 per Dolar AS di Akhir Perdagangan Jumat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada akhir sesi perdagangan Jumat (18/9), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.758 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan level sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan ringan terhadap mata uang domestik, seiring dengan dinamika pasar global yang bervariasi.

Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang terjadi secara heterogen. Yuan Tiongkok menguat 0,11 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,45 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, yen Jepang terdepresiasi hingga 1,09 persen, sementara won Korea Selatan turun 0,28 persen.

Pada pasar mata uang utama negara maju, euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,09 persen dan 0,08 persen, sedangkan dolar Australia terapresiasi 0,21 persen. Dolar Kanada melemah 0,04 persen terhadap dolar AS, sementara franc Swiss bergerak stabil tanpa perubahan signifikan.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini didorong oleh ekspektasi terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pekan depan. Ia menilai pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan, sementara penurunan harga minyak mentah dunia tidak memberikan dukungan signifikan terhadap rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya