Rupiah Melemah ke Rp17.825 Hadapi Tekanan Global
Rupiah ditutup melemah 0,54% ke level Rp17.825 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (21/9/2026), menutup sesi di posisi Rp17.825 per dolar AS. Angka ini mencerminkan depresiasi sebesar 0,54% dibandingkan penutupan sebelumnya, setelah pada pembukaan pagi sempat melemah 0,28% di level Rp17.780. Pergerakan harian berlangsung dalam kisaran Rp17.740 hingga Rp17.840, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah sentimen pasar global yang cenderung bearish terhadap rupiah.
Penguatan dolar AS secara global turut mendorong pelemahan rupiah, seiring indeks dolar AS (DXY) yang menguat 0,11% menjadi 100,334 pada pukul 15.00 WIB. Kenaikan tersebut terpicu oleh keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan dan menunjukkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut pada pertemuan Oktober mendatang. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan tersebut telah naik menjadi 55%, meningkat dari 42,5% pekan sebelumnya.
Ketegangan di Timur Tengah turut menjadi faktor pemicu sentimen pasar. Serangan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap lokasi di Riyadh, Arab Saudi, memperburuk risiko geopolitik dan mendorong harga minyak dunia tetap berada di atas US$100 per barel. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan inflasi global serta memperberat prospek fiskal, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari permintaan valas yang tinggi oleh importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik. Kombinasi dari faktor eksternal dan internal ini menambah beban terhadap nilai tukar mata uang Garuda. Untuk menahan gejolak, Bank Indonesia menegaskan kesiapan melakukan intervensi pasar valas melalui instrumen seperti Non-Deliverable Forward (NDF), transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Selain itu, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder juga menjadi bagian dari strategi stabilisasi yang sedang dilakukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

