Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.847 per Dolar AS di Akhir Sore

Nilai tukar rupiah turun menjadi Rp17.847 per dolar AS pada Senin (21/9) sore, dipengaruhi tekanan eksternal dan internal yang memperkuat sentimen pelemahan mata uang domestik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.847 per Dolar AS di Akhir Sore📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore hari Senin, 21 September, berada di posisi Rp17.847 per dolar AS, mengalami depresiasi sebesar 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang lokal, seiring dengan pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Di antaranya, yuan China stabil, ringgit Malaysia menguat 0,13 persen, sementara yen Jepang melemah 0,24 persen.

Di pasar global, sebagian besar mata uang utama negara maju berada dalam zona merah. Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,11 persen, sedangkan dolar Kanada terdepresiasi 0,20 persen. Franc Swiss dan dolar Australia mengalami pergerakan terbatas, dengan dolar Australia sedikit menguat 0,08 persen, sementara franc Swiss melemah 0,09 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor utama. Secara eksternal, penguatan indeks dolar AS terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama menjelang sidang Umum PBB di New York. Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, ancaman saling menyudutkan tetap menguat di tengah ketegangan yang belum menemui titik terang.

Di dalam negeri, pasar memperhatikan dua isu krusial: kebijakan moneter Bank Indonesia dan keberlanjutan postur anggaran negara. Ibrahim memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat hari Rabu, menyusul dinamika inflasi global yang masih tinggi. Selain itu, ia menekankan pentingnya kualitas belanja dalam mencapai target defisit RAPBN 2027 sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Dengan berbagai faktor tersebut, diperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya, namun cenderung melemah dengan kisaran antara Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS pada hari Selasa, 22 September.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya