Mafia Diduga Picu Kenaikan Harga Beras di Tengah Stok Melimpah
Menteri Pertanian menegaskan adanya dugaan keterlibatan mafia dalam kenaikan harga beras, meski stok nasional masih melimpah, dengan kerugian rakyat mencapai Rp90 triliun akibat praktik spekulasi harga.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 23.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kenaikan harga beras yang terjadi pada pekan ketiga September 2026 menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pemerintah, terutama lantaran kondisi stok yang dinilai melimpah. Menteri Pertanian menyoroti fenomena tersebut sebagai bentuk intervensi tidak wajar yang diduga berasal dari kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga tidak sejalan dengan realitas pasokan, menandakan adanya praktik yang merugikan konsumen.
Dalam paparannya di Jakarta, ia menyebutkan bahwa beras yang seharusnya dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram diperjualbelikan hingga Rp57.000 per kg di pasaran. Angka ini menurutnya menunjukkan adanya manipulasi harga yang sangat merugikan masyarakat. Ia menyatakan bahwa praktik semacam itu tidak hanya melanggar etika ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial besar terhadap daya beli rakyat.
Pemerintah mencatat kerugian akibat praktik spekulasi tersebut mencapai Rp90 triliun. Jumlah ini dihitung dari selisih harga antara harga pokok produksi dan harga eceran di pasar yang jauh melampaui batas wajar. Menurut Menteri, uang sebesar itu seharusnya menjadi hak rakyat, namun justru dikumpulkan oleh sekelompok pihak yang melakukan eksploitasi pasar.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penipuan terhadap konsumen, dan menekankan pentingnya intervensi tegas dari otoritas terkait untuk menekan lonjakan harga yang tidak berdasar. Upaya ini, kata dia, harus dilakukan secara konsisten guna menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi kepentingan publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Menteri Pertanian menegaskan harga beras akan turun dalam pekan ini berkat peningkatan pasokan dan penertiban beras fortifikasi yang tidak sesuai standar.
21 September 2026

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Penerapan bahan bakar nabati E50 dan B50 ditargetkan menghemat devisa hingga Rp500 triliun per tahun melalui pengurangan impor energi.
21 September 2026

Prabowo Sebut Kritikus "Goblok", Pakar Soroti Tanda Otoritarianisme
Presiden Prabowo menyebut para pakar dan akademisi yang mengkritiknya sebagai "goblok", pernyataan yang dikhawatirkan memperburuk budaya kritis dan memperkuat dominasi kekuasaan.
21 September 2026

Trump Cabut Akses Jurnalis, AS Setujui Penjualan F-35 ke Saudi
Pemerintahan Trump mencabut akses media ke Gedung Putih terhadap tiga outlet, sementara AS setujui penjualan jet F-35 bernilai miliaran dolar ke Arab Saudi, memicu protes dari Israel dan Iran tetapkan syarat untuk perundingan terkait Selat Hormuz.
21 September 2026
Berita Lainnya

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

