Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.870 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.870 per dolar AS pada perdagangan Kamis, terpicu penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.870 per Dolar AS Pagi Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Kamis (24/9) berada di posisi Rp17.870 per dolar AS, mengalami depresiasi sebesar 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia yang juga turun terhadap dolar AS, termasuk yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan won Korea Selatan.

Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat, naik 0,24 persen, sedangkan dolar Hong Kong juga melanjutkan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen. Di pasar global, mata uang utama negara maju menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan euro, poundsterling, dolar Australia, dan dolar Kanada mengalami penurunan, sementara franc Swiss sedikit menguat.

Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan tetap bergerak melemah dalam perdagangan hari ini. Ia menilai penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Selain itu, kenaikan harga minyak global yang terjadi setelah Iran menyampaikan keraguan atas kemajuan negosiasi perdamaian turut memberi tekanan pada rupiah.

Menurutnya, pergerakan rupiah diperkirakan akan berada dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS selama hari ini. Dengan kondisi pasar yang sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter global dan fluktuasi harga komoditas, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tetap ada di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya