Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.696 per Dolar AS
Rupiah berakhir melemah tipis ke level Rp17.696 per dolar AS pada sore hari, dipengaruhi koreksi pasar global dan antisipasi kebijakan suku bunga AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore hari, Rabu (16/9), berada di posisi Rp17.696 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan ringan terhadap mata uang lokal, meskipun indeks dolar AS mengalami penurunan.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang beragam. Yuan Tiongkok menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 0,16 persen, sementara dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,01 persen dan 0,22 persen. Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,02 persen, yen Jepang turun 0,03 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,29 persen.
Pada pasar mata uang global, euro Eropa menguat 0,02 persen, franc Swiss naik 0,01 persen, sedangkan poundsterling Inggris, dolar Australia, dan dolar Kanada masing-masing melemah 0,07 persen, 0,09 persen, dan 0,09 persen. Pergerakan ini dipengaruhi oleh fluktuasi imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia yang mengalami koreksi.
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pergerakan rupiah terbatas pada sentimen menunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC) malam ini. "Investor memilih menahan diri, menunggu sinyal dari The Fed terkait prospek suku bunga ke depan, terutama setelah jeda selama hampir dua tahun," ujarnya.
Pasar menanti keputusan FOMC yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023, yang dapat memperkuat dolar AS dan memengaruhi arus modal ke negara berkembang seperti Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat gangguan ekspor dari Arab Saudi dan Libya, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran pasokan global.
16 September 2026

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Dirjen Pajak meminta pembatalan mutasi besar-besaran yang dilakukan era Purbaya karena nama-nama tak melalui proses assessment secara transparan.
16 September 2026

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.
16 September 2026

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah di Rp17.675
Rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp17.675 per dolar AS, mengakhiri empat hari pelemahan beruntun, sementara dolar AS melemah seiring antisipasi keputusan suku bunga The Fed.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


