Rupiah Melesat ke Level Terkuat 17 Pekan Terakhir
Rupiah menguat tipis ke Rp17.495 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, menunjukkan kembali kekuatan setelah melesat 0,71% pada hari sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan pagi ini, mencatatkan posisi Rp17.495 per dolar AS, mengalami appreciasi sebesar 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini melanjutkan kenaikan signifikan dari sesi sebelumnya, ketika rupiah menutup perdagangan dengan keunggulan 0,71% ke level Rp17.500/US$. Pergerakan hari ini menandai kembali posisi mata uang lokal di sekitar level terkuatnya sejak 15 Mei 2026, atau hampir 17 pekan terakhir.
Pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terutama yen Jepang, turut mendukung penguatan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) turun tipis 0,03% menjadi 98,784 pada pukul 09.00 WIB. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ) dalam pertemuan pekan depan mendorong penguatan yen sekitar 4% sepanjang bulan September, yang pada gilirannya menekan kekuatan greenback secara global.
Namun, tekanan terhadap rupiah tetap ada dari kenaikan harga minyak dunia. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi dan respons militer AS terhadap kapal tanker Iran, memicu lonjakan harga minyak Brent sebesar 3,36% ke level US$101,21 per barel—posisi tertinggi sejak Mei 2026. Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan permintaan dolar AS untuk membiayai impor, sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Di sisi domestik, pasar menanti rilis data penjualan eceran Indonesia bulan Juli 2026 oleh Bank Indonesia. Pada Juni, kontraksi penjualan eceran telah membaik dibandingkan penurunan 3,9% di Mei, dengan peningkatan pada sektor pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan suku cadang kendaraan. Namun, sektor makanan, minuman, tembakau, perangkat komunikasi, barang rekreasi, dan bahan bakar masih mengalami penurunan. Data ini dinilai penting sebagai indikator awal pemulihan daya beli konsumen, yang sebelumnya tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen ke level 118,5 pada Agustus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

