Rupiah Melonjak di Awal Pekan, Dolar AS Melemah ke Rp17.610
Rupiah menguat tajam ke level Rp17.610 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, didorong pelemahan greenback global dan ekspektasi suku bunga The Fed yang menurun.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Mata uang nasional mengawali perdagangan terakhir pekan ini dengan penguatan signifikan, menyentuh posisi Rp17.610 per dolar AS pada pagi hari. Kenaikan sebesar 0,23% ini melanjutkan momentum positif dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika rupiah menutup di level Rp17.655, menjadi yang terkuat sejak akhir Mei 2026. Pergerakan ini mencerminkan kembali kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah dinamika global yang menguntungkan.
Penguatan rupiah sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY), yang pada pukul 09.00 WIB tercatat turun tipis 0,07% ke posisi 98,981. Penurunan tersebut merupakan kelanjutan dari penurunan tajam 0,69% pada penutupan perdagangan Kamis, yang disebabkan oleh kenaikan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS. Yen melonjak lebih dari 2% ke level 155,47 yen per dolar, mendekati posisi terkuat sejak awal Mei, berkat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.
Ekspektasi tersebut diperkuat oleh pernyataan anggota dewan BOJ, Hajime Takata, yang menekankan perlunya penyesuaian suku bunga lebih cepat untuk menangani inflasi. Pergerakan yen yang kuat turut menekan DXY karena mata uang Jepang menjadi salah satu komponen utama dalam indeks tersebut. Di sisi lain, pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang membuka kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini juga berkontribusi terhadap penurunan daya tarik dolar.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi 48%, dari sebelumnya 59%, setelah Waller menyampaikan bahwa keputusan akan bergantung pada data inflasi mendatang. Penurunan ekspektasi tersebut membuat aset berdenominasi dolar kurang menarik, sehingga mendorong aliran modal ke mata uang negara berkembang seperti rupiah. Namun, arah pergerakan dolar selanjutnya masih menunggu rilis laporan tenaga kerja AS yang dijadwalkan pada hari yang sama.
Ekonom memperkirakan data lapangan kerja AS akan menunjukkan penambahan 56.000 pekerja baru pada Agustus, menyusul kehilangan 23.000 pekerjaan di bulan sebelumnya. Jika data tersebut lebih lemah dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga akan semakin menurun, menekan dolar dan membuka ruang lebih luas bagi rupiah untuk menguat. Sebaliknya, data yang kuat dapat memicu kembali ekspektasi pengetatan moneter, yang berpotensi membatasi penguatan rupiah dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


