Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat Dukung Sinyal Dovish The Fed

Penguatan rupiah terhadap dolar AS terjadi setelah pejabat The Fed menunjukkan sikap lebih longgar terhadap kebijakan suku bunga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat Dukung Sinyal Dovish The Fed
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Jumat menguat 51 poin atau 0,29 persen, mencapai level Rp17.628 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.679. Penguatan ini didorong oleh pernyataan pejabat Federal Reserve yang menunjukkan sikap lebih moderat terhadap kenaikan suku bunga, yang berdampak pada melemahnya dolar AS secara global.

Kepala analis Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pernyataan dovish dari Christopher Waller, salah satu anggota The Fed, menjadi katalis utama. Waller menyebut adanya tanda-tanda penurunan tekanan inflasi di berbagai sektor ekonomi AS, yang mengurangi urgensi kenaikan suku bunga dalam rapat mendatang.

Dengan indikasi tersebut, pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Probabilitas kenaikan turun dari 63 persen menjadi 50 persen, menunjukkan kecenderungan pasar yang lebih netral. Sinyal ini memicu pergerakan spekulatif di pasar obligasi dan menambah daya beli rupiah terhadap dolar AS.

Prediksi pergerakan rupiah dalam waktu dekat berada dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS, tergantung pada dinamika data ekonomi global dan kebijakan moneter AS. Penguatan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya