Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Rupiah menguat ke level Rp17.511 per dolar AS pada pagi hari, didukung sentimen pasar dan antisipasi data ekonomi dari Indonesia serta AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS di Awal Perdagangan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan pagi hari, Kamis (10/9), berada di posisi Rp17.511 per dolar AS, mengalami penguatan sebesar 121 poin atau 0,69 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan kembali kekuatan mata uang domestik dalam menghadapi volatilitas pasar global. Pergerakan tersebut terjadi di tengah fluktuasi mata uang kawasan Asia yang beragam, dengan beberapa negara seperti Thailand dan Korea Selatan mencatat penguatan, sementara Jepang, China, dan Filipina mengalami pelemahan ringan.

Di sisi lain, mata uang negara maju menunjukkan tren positif secara umum. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dan franc Swiss masing-masing menguat 0,05 persen, 0,07 persen, dan 0,16 persen. Dolar Australia serta dolar Kanada juga mencatat penguatan tipis, masing-masing sebesar 0,01 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong pun menguat secara moderat, menunjukkan konsistensi kekuatan terhadap dolar AS dalam beberapa sesi terakhir.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa prospek penguatan rupiah diperkirakan akan terus berlanjut, namun terbatas oleh sikap investor yang menunggu data ekonomi kunci. Ia menyoroti dua rilisan penting yang akan dirilis hari ini: data penjualan ritel bulan Juli dari Indonesia dan data inflasi produsen AS. "Penguatan rupiah masih berpotensi terjadi, tetapi tetap terkendali karena pasar memilih menahan diri hingga ada konfirmasi dari data tersebut," ujar Lukman.

Berdasarkan proyeksi tersebut, ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam perdagangan hari ini akan berada dalam rentang Rp17.450 hingga Rp17.600 per dolar AS. Penguatan ini menunjukkan bahwa pasar masih optimistis terhadap fundamental ekonomi dalam negeri, meski tetap sensitif terhadap pergerakan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya