Rupiah Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Rupiah menguat ke level Rp17.511 per dolar AS pada pagi hari, didukung sentimen pasar dan antisipasi data ekonomi dari Indonesia serta AS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.29 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan pagi hari, Kamis (10/9), berada di posisi Rp17.511 per dolar AS, mengalami penguatan sebesar 121 poin atau 0,69 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan kembali kekuatan mata uang domestik dalam menghadapi volatilitas pasar global. Pergerakan tersebut terjadi di tengah fluktuasi mata uang kawasan Asia yang beragam, dengan beberapa negara seperti Thailand dan Korea Selatan mencatat penguatan, sementara Jepang, China, dan Filipina mengalami pelemahan ringan.
Di sisi lain, mata uang negara maju menunjukkan tren positif secara umum. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dan franc Swiss masing-masing menguat 0,05 persen, 0,07 persen, dan 0,16 persen. Dolar Australia serta dolar Kanada juga mencatat penguatan tipis, masing-masing sebesar 0,01 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong pun menguat secara moderat, menunjukkan konsistensi kekuatan terhadap dolar AS dalam beberapa sesi terakhir.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa prospek penguatan rupiah diperkirakan akan terus berlanjut, namun terbatas oleh sikap investor yang menunggu data ekonomi kunci. Ia menyoroti dua rilisan penting yang akan dirilis hari ini: data penjualan ritel bulan Juli dari Indonesia dan data inflasi produsen AS. "Penguatan rupiah masih berpotensi terjadi, tetapi tetap terkendali karena pasar memilih menahan diri hingga ada konfirmasi dari data tersebut," ujar Lukman.
Berdasarkan proyeksi tersebut, ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam perdagangan hari ini akan berada dalam rentang Rp17.450 hingga Rp17.600 per dolar AS. Penguatan ini menunjukkan bahwa pasar masih optimistis terhadap fundamental ekonomi dalam negeri, meski tetap sensitif terhadap pergerakan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

