Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Melemah ke Rp17.705
Rupiah menguat 0,25% ke level Rp17.705 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, didorong koreksi indeks dolar global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada awal perdagangan Kamis (3/9/2026), mencatat appreciasi sebesar 0,25% terhadap dolar Amerika Serikat. Posisi tukar mata uang Garuda dibuka di angka Rp17.705 per US$, menunjukkan perbaikan dibandingkan penutupan sebelumnya yang terdepresiasi 0,31% ke level Rp17.765. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB, yang turun 0,08% ke posisi 99,502.
Pergerakan dolar global dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Eskalasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Dalam kondisi tersebut, dolar AS dianggap sebagai aset aman, tetapi kenaikan harga energi juga membawa ketidakpastian terhadap prospek ekonomi jangka panjang.
Di tengah itu, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) terus meningkat, dengan probabilitas pencapaian kenaikan pada September mencapai 68% berdasarkan data CME FedWatch. Peningkatan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun hingga 4,8182% — level tertinggi sejak November 2023 — menambah daya tarik instrumen keuangan AS bagi investor global. Namun, tekanan dari utang yang membengkak dan inflasi yang tetap tinggi mulai memunculkan keraguan terhadap daya tarik aset dolar dalam jangka menengah.
Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa perekonomian global saat ini berada dalam fase higher for longer, di mana suku bunga, inflasi, dan imbal hasil obligasi di negara maju diperkirakan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Ia menekankan bahwa faktor-faktor global ini akan menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan moneter domestik, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan sistem keuangan.
Kondisi ketidakpastian global yang tinggi menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. BI, menurut Destry, akan terus mengantisipasi pergerakan global, termasuk perubahan suku bunga dan yield obligasi internasional, untuk memastikan kebijakan dalam negeri tetap responsif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

