Rupiah Sementara Melemah Tipis di Rp17.887 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.887 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, menguat 0,07 persen dari level sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (7/10), berada di level Rp17.887 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya mencatatkan penurunan, dengan kenaikan sebesar 12 poin atau setara 0,07 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar valuta asing yang bervariasi, khususnya di kawasan Asia.
Beberapa mata uang regional menunjukkan kenaikan, seperti yuan Tiongkok yang menguat 0,02 persen, peso Filipina naik 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,1 persen, dan won Korea Selatan melonjak 0,06 persen. Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,15 persen, sedangkan dolar Hong Kong stabil tanpa perubahan signifikan.
Di pasar global, mata uang negara maju secara umum melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa terdepresiasi 0,57 persen, poundsterling Inggris turun 0,28 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dolar Kanada melemah 0,17 persen, dan franc Swiss mengalami penurunan 0,18 persen. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang utama dunia menjelang rilis data penting dari Federal Reserve.
Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah terjadi karena sikap hati-hati investor menjelang rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam hari. "Rupiah ditutup menguat tipis karena investor cenderung menahan diri menanti informasi dari FOMC," ujarnya. Ia menambahkan bahwa data cadangan devisa Indonesia yang menunjukkan penurunan tipis namun masih lebih baik dari perkiraan turut menjadi faktor pendukung stabilitas nilai tukar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Kaya Gas, Tapi Masih Impor LPG
Kekayaan gas alam Indonesia tidak menyebabkan penghentian impor LPG karena keterbatasan komposisi gas bumi yang tidak sesuai untuk produksi LPG domestik.
7 Oktober 2026

IMF Beri Pinjaman US$189 Juta untuk Atasi Krisis Ekonomi Papua Nugini
Dana Moneter Internasional menyetujui bantuan keuangan sebesar US$189 juta kepada Papua Nugini untuk menopang stabilitas ekonomi di tengah tekanan dari stagnasi produksi LNG dan dampak iklim.
7 Oktober 2026

LPS Siapkan Aturan Baru Biaya Operasional Berbasis Kinerja 2027
LPS menyusun peraturan baru untuk standar biaya operasional berbasis kinerja, menggantikan sistem berbasis masukan, mulai tahun 2027 sesuai amanat UU P2SK.
7 Oktober 2026

Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan, Dolar AS Berada di Rp17.875
Nilai tukar rupiah berakhir di Rp17.875 per dolar AS, menguat sedikit dari posisi sebelumnya, seiring tekanan eksternal dan pergerakan cadangan devisa BI.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center AI Harus Seimbangkan Kebutuhan Publik dan Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Haji 2027: Biaya Pelunasan Turun Jadi Rp23 Juta Berkat Subsidi
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Indonesia Siap Raih Ekspor Nikel US$40 Miliar pada 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

550 WNI Ditahan di Kamboja Usai Operasi Anti-Penipuan Online
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Mendagri Hadiri Taklimat Presiden untuk Perwira Tinggi TNI-Polri
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pemerintah Tegas Atur Penggunaan Kontraktor Lokal di Sektor Pertambangan
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Ibu Rumah Tangga Palembang Kembangkan Usaha dari Modal Rp2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

