Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Global, BI Perkuat Strategi Intervensi
Bank Indonesia memperkuat langkah antisipasi pelemahan rupiah dengan optimalkan instrumen pasar valuta asing dan tingkatkan insentif lindung nilai, jelang ketidakpastian ekonomi global yang tinggi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada 22 September 2026 mencatatkan posisi di level Rp17.855 per dolar AS, mengalami depresiasi terbatas sebesar 0,78 persen dibandingkan akhir Agustus tahun yang sama. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa tekanan terhadap mata uang lokal berasal dari dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga komoditas dan meningkatkan risiko bagi stabilitas ekonomi dunia.
Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Destry menyampaikan bahwa kebijakan moneter global tetap ketat, dengan suku bunga acuan Amerika Serikat (Federal Funds Rate) berada di kisaran 3,75 hingga 4 persen pada September 2026. Kenaikan imbal hasil obligasi AS turut mendorong daya tarik dolar AS, sehingga memperkuat arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI menegaskan komitmen memperkuat strategi intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini dilakukan melalui pengoptimalan instrumen seperti Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore dan transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, bank sentral juga memperkuat insentif bagi transaksi lindung nilai untuk menarik aliran modal asing.
Mulai September 2026, insentif untuk transaksi Swap Beli Lindung Nilai dinaikkan menjadi 15 persen untuk tenor tiga bulan, 20 persen untuk enam bulan, dan 25 persen untuk satu tahun, meningkat dari sebelumnya 12,5 persen untuk semua tenor. Insentif DNDF lindung nilai juga ditingkatkan menjadi 25 persen untuk tenor enam bulan dan 30 persen untuk satu tahun, dari sebelumnya 15 persen. BI juga mempertahankan insentif dalam kerangka Local Currency Transaction (LCT) dengan tambahan premi swap 10 persen dan pengurangan premi DNDF sebesar 10 persen.
Destry menekankan bahwa kebijakan yang diterapkan bertujuan menjaga ketahanan eksternal negara di tengah tekanan global yang masih tinggi. Ia menilai stabilitas rupiah di masa depan tetap terjaga berkat fundamental ekonomi domestik yang kuat, inflasi yang terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang positif. Penguatan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan makroekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

