Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Memburu Pemangsa: Jurnalis Hadapi Kegelapan di Balik Kasus Anak Hilang

Film Memburu Pemangsa menggambarkan perjuangan empat jurnalis perempuan mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak yang melibatkan ritual mistis, dengan tokoh utama Agnes yang terguncang keyakinan akibat peristiwa supranatural.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Memburu Pemangsa: Jurnalis Hadapi Kegelapan di Balik Kasus Anak Hilang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Memburu Pemangsa menghadirkan narasi ketegangan tinggi yang menggabungkan elemen laga, horor, dan kriminal, dengan fokus pada peran jurnalis sebagai pelacak kebenaran di tengah misteri kejahatan yang menyeramkan. Cerita berpusat pada Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News, yang bersama tiga rekan jurnalis—Cia, Anya, dan Brina—membentuk tim investigasi independen setelah tujuh anak dilaporkan menghilang tanpa jejak di wilayah tertentu. Kejadian itu memicu kecurigaan, terlebih ketika empat dari korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh yang dimutilasi secara mengerikan.

Ketegangan semakin memuncak saat tim mulai menemukan petunjuk yang mengarah pada sosok misterius bernama "Pemangsa", yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana. Petunjuk tersebut tidak hanya menunjukkan pola kejahatan yang terorganisir, tetapi juga mengungkap keterkaitan mengerikan dengan praktik demonologi yang tersembunyi di balik kejahatan tersebut. Dalam proses penyelidikan, Agnes—yang sejak kehilangan putrinya menolak percaya pada hal-hal di luar akal sehat—dipaksa menghadapi realitas yang menyalahi logika, melalui serangkaian peristiwa supranatural yang tak terelakkan.

Untuk memperkuat upaya pengungkapan, tim jurnalis berkolaborasi dengan perwira polisi Petra, yang diperankan oleh Andri Mashadi. Kemitraan ini menandai titik balik dalam investigasi, meski risiko terhadap keselamatan tim semakin tinggi. Setiap langkah yang diambil membawa ancaman nyata, memaksa mereka menghadapi dilema besar: berhenti demi keselamatan diri atau terus maju demi menyelamatkan anak-anak yang masih terancam.

Film ini juga menampilkan penampilan khusus dari Jordan Omar, Shareefa Daanish, dan Ruth Marini, sementara soundtracknya dibuat dengan kolaborasi dari sejumlah karya musik populer seperti Feast dan Efek Rumah Kaca. Dengan label usia D17+, Memburu Pemangsa dirilis secara luas di bioskop mulai 24 September, menawarkan pengalaman menonton yang intens dan penuh refleksi tentang keberanian, kebenaran, dan batas antara realitas dan mitos.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya