Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham Bayan Anjlok 11 Persen Imbas Isu Akuisisi

Saham PT Bayan Resources turun 11,13 persen ke Rp10.975 pada sesi perdagangan Senin, dipicu sentimen pasar terkait isu akuisisi 62 persen saham oleh kelompok usaha Haji Isam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saham Bayan Anjlok 11 Persen Imbas Isu Akuisisi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan Senin (14/9), merosot 11,13 persen ke level Rp10.975 pada pukul 11.59 WIB. Pergerakan ini terjadi setelah saham dibuka pada harga Rp12.350, sempat naik tipis ke Rp12.400, namun kemudian tertekan hingga menyentuh level terendah Rp10.750 sebelum akhirnya berakhir di posisi tersebut. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi sebelumnya, di mana pada Jumat (11/9) saham BYAN juga turun 5,73 persen, menutup perdagangan di Rp12.350.

Pasar mulai mengalihkan perhatian terhadap informasi yang beredar mengenai rencana akuisisi sekitar 62 persen saham BYAN oleh kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, dikenal sebagai Haji Isam. Laporan media asing menyebutkan adanya penawaran senilai sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (kurs Rp17.510 per dolar AS) untuk transaksi tersebut. Namun, informasi ini belum diverifikasi secara independen oleh pihak lain.

Perusahaan secara resmi membantah adanya rencana akuisisi. Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa manajemen belum menerima informasi terkait rencana pengambilalihan atau akuisisi saham oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasi. Ia menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya pihak yang terlibat, struktur transaksi, jumlah saham yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi yang beredar di publik. Pernyataan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analisis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa koreksi hari ini lebih didorong oleh ketidakpastian pasar terhadap nilai dan struktur transaksi akuisisi, bukan semata-mata karena adanya rencana pengambilalihan. Nafan Aji, analis dari perusahaan tersebut, menilai sentimen pasar lebih responsif terhadap kebocoran informasi yang belum terverifikasi. Sementara itu, Hendra Wardana dari Republik Investor menyatakan bahwa pelemahan lebih banyak disebabkan aksi ambil untung dan meredanya ekspektasi pasar terhadap isu akuisisi, bukan perubahan fundamental perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya