Saham Bayan Anjlok 11 Persen Imbas Isu Akuisisi
Saham PT Bayan Resources turun 11,13 persen ke Rp10.975 pada sesi perdagangan Senin, dipicu sentimen pasar terkait isu akuisisi 62 persen saham oleh kelompok usaha Haji Isam.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan Senin (14/9), merosot 11,13 persen ke level Rp10.975 pada pukul 11.59 WIB. Pergerakan ini terjadi setelah saham dibuka pada harga Rp12.350, sempat naik tipis ke Rp12.400, namun kemudian tertekan hingga menyentuh level terendah Rp10.750 sebelum akhirnya berakhir di posisi tersebut. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi sebelumnya, di mana pada Jumat (11/9) saham BYAN juga turun 5,73 persen, menutup perdagangan di Rp12.350.
Pasar mulai mengalihkan perhatian terhadap informasi yang beredar mengenai rencana akuisisi sekitar 62 persen saham BYAN oleh kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, dikenal sebagai Haji Isam. Laporan media asing menyebutkan adanya penawaran senilai sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (kurs Rp17.510 per dolar AS) untuk transaksi tersebut. Namun, informasi ini belum diverifikasi secara independen oleh pihak lain.
Perusahaan secara resmi membantah adanya rencana akuisisi. Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa manajemen belum menerima informasi terkait rencana pengambilalihan atau akuisisi saham oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasi. Ia menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya pihak yang terlibat, struktur transaksi, jumlah saham yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi yang beredar di publik. Pernyataan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analisis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa koreksi hari ini lebih didorong oleh ketidakpastian pasar terhadap nilai dan struktur transaksi akuisisi, bukan semata-mata karena adanya rencana pengambilalihan. Nafan Aji, analis dari perusahaan tersebut, menilai sentimen pasar lebih responsif terhadap kebocoran informasi yang belum terverifikasi. Sementara itu, Hendra Wardana dari Republik Investor menyatakan bahwa pelemahan lebih banyak disebabkan aksi ambil untung dan meredanya ekspektasi pasar terhadap isu akuisisi, bukan perubahan fundamental perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


