Saksi Buka Perjalanan Mewah Pejabat Bea Cukai Pakai Dana Operasional
Seorang PNS Bea Cukai mengungkapkan pernah membeli tiket pesawat dan alat podcast untuk pejabat menggunakan dana operasional dari pengusaha, dalam sidang dugaan korupsi di Jakarta.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, seorang pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengaku pernah membeli tiket pesawat untuk seorang pejabat tinggi menggunakan dana operasional yang dikumpulkan dari para pengusaha. Peristiwa tersebut terjadi atas perintah Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono, dan dilakukan tanpa mekanisme surat perintah perjalanan dinas (SPPD) maupun penggunaan dana resmi seperti DOKPPN.
Salisa Asmoaji, saksi dalam kasus ini, menyebut tiket tersebut digunakan untuk perjalanan ke Jambi, meskipun tidak menyebutkan nominal pasti. Ia mengaku lupa jumlah uang yang digunakan, tetapi menegaskan bahwa transaksi dilakukan berdasarkan arahan langsung dari Sisprian. Dalam persidangan, jaksa menekankan bahwa penggunaan dana operasional untuk keperluan pribadi pejabat merupakan pelanggaran prosedur dan tindakan yang tidak terdokumentasi secara sah.
Selain tiket pesawat, saksi juga mengungkapkan perintah untuk membeli peralatan teknologi seperti komputer, sound system, dan perangkat podcast, yang kemudian dikirimkan ke alamat Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf. Pemilihan alamat dan pengiriman barang dilakukan atas arahan Sisprian, bukan dari pihak lain. Barang bukti yang disita oleh KPK mencakup perangkat seperti laptop Apple Mac, kamera mirrorless, monitor, dan sistem mikrofon nirkabel.
Dalam dakwaan, jaksa menyebut bahwa sejumlah pejabat Bea Cukai diduga menerima suap dari kelompok importir dan pengusaha, mencapai total lebih dari Rp61 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan barang mewah. Sisprian diduga menerima bagian sebesar Rp7 miliar, Rizal (Direktur Penindakan) Rp14 miliar, dan Orlando Hamonangan Rp4,05 miliar. Selain itu, terdapat dakwaan tambahan terkait penerimaan gratifikasi senilai lebih dari Rp7,5 miliar dari berbagai pihak terkait kegiatan Bea Cukai. Tujuan utama dari penerimaan uang dan barang tersebut adalah mempercepat proses keluar barang impor dari pengawasan kantor Bea Cukai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


