Santri Jombang Jadikan Sampah Bahan Baku Produktif
Menteri Koordinator Pangan mendorong peniruan model pengelolaan sampah berkelanjutan di pesantren yang berhasil mengubah limbah menjadi energi dan produk bernilai ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai praktik pengelolaan sampah di SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai model yang layak ditiru di berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendekatan nyata, bukan sekadar pemahaman teoretis. Dalam kunjungannya, ia menyaksikan langsung bagaimana para santri mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block dan biogas.
Proses pengolahan tersebut tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Zulhas mengapresiasi keterlibatan aktif santri dalam setiap tahapan, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus menyertakan literasi dan keterampilan praktis, terutama dalam konteks pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.
Salah satu santri, Andika M Nuur, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan telah mencapai prinsip zero waste, di mana hampir seluruh sampah yang masuk dikelola secara maksimal tanpa menyisakan residu. Ia menegaskan bahwa semua limbah organik dan anorganik diolah menjadi bahan baku produktif, baik untuk infrastruktur maupun energi. Keterampilan ini, menurutnya, diajarkan secara intensif sejak masa pembinaan di pesantren.
Zulhas menyoroti pentingnya pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai bagian dari strategi nasional mengatasi permasalahan limbah. Ia menilai bahwa pendekatan seperti yang dilakukan pesantren ini bisa menjadi acuan bagi sekolah dan lembaga pendidikan lain dalam membangun budaya berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku perubahan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

