Satyawan Pudyatmoko Jadi Kandidat Kepala BPGMN
Menteri Koordinator Polkam Dudung Abdurachman menyebut Satyawan Pudyatmoko sebagai salah satu calon kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, yang diharapkan segera dilantik pekan depan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menjadi salah satu kandidat utama untuk memimpin Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Pernyataan ini disampaikan usai rapat terbatas terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dudung menekankan bahwa Satyawan dikenal sebagai ahli di bidang ekosistem gambut, sehingga layak dipertimbangkan untuk jabatan strategis tersebut.
Dudung menyampaikan harapannya agar proses pelantikan kepala BPGMN segera terealisasi dalam waktu dekat, dengan menargetkan minggu depan sebagai tenggat waktu. Penunjukan ini dinilai krusial untuk mempercepat upaya pencegahan karhutla yang terus menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia. Keterlibatan tokoh berpengalaman seperti Satyawan diharapkan mampu mengoptimalkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan kawasan gambut dan mangrove.
Satyawan saat ini menjabat sebagai Dirjen KSDAE dan sebelumnya pernah menjabat Deputi Bidang Perencanaan dan Evaluasi di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). BRGM, yang masa tugasnya berakhir pada 31 Desember 2024, merupakan lembaga pendahulu BPGMN yang fokus pada restorasi ekosistem di wilayah prioritas. Pembentukan BPGMN merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang diambil pada 24 September 2026, berdasarkan diskusi dengan para pakar dan akademisi di Istana Merdeka.
Badan ini direncanakan berada langsung di bawah Presiden dengan fokus utama pada pencegahan karhutla melalui pemetaan, deteksi dini, dan pemantauan titik panas di kawasan gambut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa BPGMN akan melibatkan para ilmuwan dan profesional untuk memastikan kebijakan pengelolaan ekosistem berbasis riset dan data. Pemerintah juga sedang menyusun rancangan peraturan presiden sebagai dasar hukum pembentukan lembaga tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global
Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO demi memperkuat representasi negara berkembang dalam arsitektur kesehatan dunia.
12 Oktober 2026

Indonesia Tetap Bebas, Tegakkan Prinsip Tanpa Ikut Blok
Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan negara tak terikat aliansi, menjunjung politik luar negeri bebas aktif dengan fokus pada kepentingan nasional dan perdamaian global.
12 Oktober 2026

Golkar Pertimbangkan Hak Angket Soal Ijazah Wapres Gibran
Fraksi Golkar menyatakan akan mempertimbangkan usulan hak angket terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran, setelah menerima aspirasi dari kelompok sipil.
12 Oktober 2026

Pertamina Beli Minyak Rakyat dengan Harga 80% ICP
PT Pertamina membeli minyak mentah dari 43.000 sumur rakyat yang telah legal, dengan harga setara 80% ICP, sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional dan pemberdayaan lokal.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Police Story: Lockdown Tampilkan Dilema Ayah dan Detektif
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Didera Kritik Penonton
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Barcelona dan Man City Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Awal Musim
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

PSSI Kecam Kekerasan terhadap Tim Muda Persib di Tol Batang
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Jadwal Liga Champions Matchday 2: Duel Klasik Atletico vs MU Jadi Sorotan
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental Usai Debut di Moto3 Mandalika
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Indonesia Tampilkan 14 Wakil di Denmark Open 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Senin, 12 Oktober 2026, 21.09 WITA

