Wacana Tidak Naik Kelas 2027 Dikaji Ulang untuk Perbaiki Mutu Pendidikan
Wakil Ketua Komisi X DPR menegaskan kembali rencana evaluasi sistem promosi siswa tahun 2027 demi meningkatkan kualitas pendidikan nasional berdasarkan hasil PISA yang masih rendah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wacana penghentian otomatis promosi siswa ke kelas berikutnya mulai tahun ajaran 2027 kembali menjadi bahan kajian serius di lingkaran kebijakan pendidikan nasional. Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa kebijakan ini perlu dipertimbangkan kembali sebagai respons terhadap kualitas pendidikan yang belum memenuhi standar harapan. Ia menyoroti rendahnya skor PISA Indonesia dalam literasi dan numerasi sebagai indikator utama perlunya perubahan sistem penilaian dan promosi siswa.
Kegiatan diskusi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan kesepakatan bahwa mutu pendidikan saat ini belum mencapai target yang diharapkan. Oleh karena itu, penerapan skema yang tidak lagi otomatis mempromosikan siswa menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan, dengan fokus pada peningkatan kompetensi peserta didik secara mendalam.
Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa jika kebijakan ini diterapkan, bukan berarti siswa langsung dikeluarkan dari kelas, melainkan diberikan kesempatan untuk mengulang mata pelajaran yang belum dikuasai melalui program remedial terstruktur. Pendekatan ini ditujukan agar proses pembelajaran tetap berfokus pada pemahaman, bukan sekadar kelulusan formal.
Ia menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum kebijakan diberlakukan secara nasional agar tidak menimbulkan beban psikologis dan akademik bagi siswa. Selain itu, Komisi X menyatakan bahwa keputusan akhir harus melibatkan presiden, sebagai pemegang kebijakan strategis, terutama jika kebijakan ini dianggap mendesak untuk dilaksanakan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya menyatakan bahwa usulan tersebut muncul dari forum Konvensi Pendidikan Indonesia XII 2026 dan telah diterima sebagai bahan pertimbangan serius. Ia menilai bahwa perlu ada perubahan paradigma dalam pendidikan, termasuk menghilangkan sikap "rajin malas sama saja" yang dinilai merusak semangat belajar. Pendidikan harus menciptakan ruang di mana prestasi dan usaha nyata diberi penghargaan, bukan hanya kenaikan kelas secara otomatis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global
Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO demi memperkuat representasi negara berkembang dalam arsitektur kesehatan dunia.
12 Oktober 2026

Indonesia Tetap Bebas, Tegakkan Prinsip Tanpa Ikut Blok
Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan negara tak terikat aliansi, menjunjung politik luar negeri bebas aktif dengan fokus pada kepentingan nasional dan perdamaian global.
12 Oktober 2026

Golkar Pertimbangkan Hak Angket Soal Ijazah Wapres Gibran
Fraksi Golkar menyatakan akan mempertimbangkan usulan hak angket terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran, setelah menerima aspirasi dari kelompok sipil.
12 Oktober 2026

Pertamina Beli Minyak Rakyat dengan Harga 80% ICP
PT Pertamina membeli minyak mentah dari 43.000 sumur rakyat yang telah legal, dengan harga setara 80% ICP, sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional dan pemberdayaan lokal.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Police Story: Lockdown Tampilkan Dilema Ayah dan Detektif
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Didera Kritik Penonton
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Barcelona dan Man City Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Awal Musim
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

PSSI Kecam Kekerasan terhadap Tim Muda Persib di Tol Batang
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Jadwal Liga Champions Matchday 2: Duel Klasik Atletico vs MU Jadi Sorotan
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental Usai Debut di Moto3 Mandalika
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Indonesia Tampilkan 14 Wakil di Denmark Open 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Senin, 12 Oktober 2026, 21.09 WITA

