Sekolah Rakyat Brantas Abipraya Resmi Jalani MPLS di Tiga Wilayah
Tiga sekolah rakyat hasil pembangunan Brantas Abipraya mulai melaksanakan MPLS secara serentak di Nganjuk, Bekasi, dan Minahasa, menandai transformasi infrastruktur menjadi fasilitas pendidikan berbasis asrama.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pada Senin, 31 Agustus 2026, tiga unit Sekolah Rakyat yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) secara resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah Nganjuk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, serta Minahasa, Sulawesi Utara. Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun untuk mendukung pendidikan berkelanjutan, dengan fokus pada akses pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter siswa sejak dini.
Di Kabupaten Nganjuk, seluruh 200 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah menempati asrama dan mengikuti rangkaian kegiatan MPLS. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini menekankan penerapan tujuh kebiasaan positif sehari-hari, termasuk bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, berkontribusi dalam masyarakat, serta tidur lebih awal. Tujuan utamanya adalah membentuk disiplin dan kemandirian sejak masa awal pendidikan.
Di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ratusan siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 juga telah memulai MPLS dengan pendekatan pembelajaran holistik. Kegiatan tidak terbatas pada kelas, melainkan mencakup pelatihan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari seperti menata tempat tidur, mencuci pakaian, menyetrika, dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental sebelum mengikuti kegiatan akademik. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup mandiri.
Penerapan sistem asrama dan pembentukan kebiasaan disiplin di ketiga lokasi tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan yang tidak hanya menjangkau akses, tetapi juga membangun fondasi karakter dan keterampilan hidup. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan di daerah terpencil dan terkendala infrastruktur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

