Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sekolah Rakyat Brantas Abipraya Resmi Jalani MPLS di Tiga Wilayah

Tiga sekolah rakyat hasil pembangunan Brantas Abipraya mulai melaksanakan MPLS secara serentak di Nganjuk, Bekasi, dan Minahasa, menandai transformasi infrastruktur menjadi fasilitas pendidikan berbasis asrama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sekolah Rakyat Brantas Abipraya Resmi Jalani MPLS di Tiga Wilayah
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pada Senin, 31 Agustus 2026, tiga unit Sekolah Rakyat yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) secara resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah Nganjuk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, serta Minahasa, Sulawesi Utara. Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun untuk mendukung pendidikan berkelanjutan, dengan fokus pada akses pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter siswa sejak dini.

Di Kabupaten Nganjuk, seluruh 200 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah menempati asrama dan mengikuti rangkaian kegiatan MPLS. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini menekankan penerapan tujuh kebiasaan positif sehari-hari, termasuk bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, berkontribusi dalam masyarakat, serta tidur lebih awal. Tujuan utamanya adalah membentuk disiplin dan kemandirian sejak masa awal pendidikan.

Di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ratusan siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 juga telah memulai MPLS dengan pendekatan pembelajaran holistik. Kegiatan tidak terbatas pada kelas, melainkan mencakup pelatihan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari seperti menata tempat tidur, mencuci pakaian, menyetrika, dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental sebelum mengikuti kegiatan akademik. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup mandiri.

Penerapan sistem asrama dan pembentukan kebiasaan disiplin di ketiga lokasi tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan yang tidak hanya menjangkau akses, tetapi juga membangun fondasi karakter dan keterampilan hidup. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan di daerah terpencil dan terkendala infrastruktur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya