Sepak Takraw: Seni Menendang Bola Rotan di Asia Tenggara
Sepak Takraw, olahraga tradisional Asia Tenggara yang menggabungkan tendangan akrobatik dan strategi tim, kini menjadi kompetisi resmi dengan aturan dan sejarah yang kaya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Sepak Takraw lahir dari kebiasaan rakyat di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, sekitar lima abad lalu, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya olahraga di berbagai negara. Nama olahraga ini berasal dari gabungan kata “sepak” dalam bahasa Melayu yang berarti menendang, dan “takraw” dari bahasa Thailand yang merujuk pada bola rotan anyaman. Permainan ini awalnya dikenal sebagai Sepak Raga Jaring di Penang sejak 1945, ketika Hamid Mydin memperkenalkan net sebagai pemisah lapangan, membedakannya dari versi tradisional yang tidak menggunakan jaring.
Pada tahun 1960, pertandingan antara Malaysia dan Thailand di Kuala Lumpur menjadi momen penting dalam sejarah olahraga ini, saat nama “Sepak Takraw” resmi diterapkan. Sejak itu, olahraga yang sering disebut sebagai “voli tanpa tangan” ini berkembang pesat, menyebar ke Indonesia, Thailand, Filipina, dan negara-negara Asia lainnya. Di Indonesia, permainan ini dikenal dengan sebutan Sepak Raga, sementara di Filipina disebut Sipa, di Myanmar sebagai Chinlone, dan di Thailand dengan nama Takraw. Perkembangannya juga dipengaruhi oleh tradisi Cuju, permainan kuno Tiongkok yang dianggap sebagai cikal bakal sepak bola modern.
Aturan permainan Sepak Takraw mengharuskan setiap tim terdiri dari tiga pemain dengan peran spesifik: Tekong (pemukul servis), Killer (penyerang utama), dan Feeder (pengumpan). Lapangan berukuran 13,4 meter x 6,1 meter, dibatasi net setinggi 1,52 meter untuk pemain pria dan sedikit lebih rendah untuk wanita. Bola yang digunakan terbuat dari rotan atau bahan sintetis, lebih ringan dan kecil dibanding bola sepak biasa. Pemain diperbolehkan menyentuh bola hanya dengan kaki, lutut, dada, bahu, dan kepala—larangan menyentuh bola dengan tangan menjadi aturan utama.
Skor dimulai dari nol, dan tim pertama yang mencapai 21 poin menang satu set. Jika skor mencapai 20-20, pertandingan berlanjut hingga salah satu tim unggul dua poin. Pelanggaran seperti double hit, bola keluar lapangan, menyentuh net, atau menggunakan bagian tubuh terlarang akan mengakibatkan kehilangan poin. Posisi pemain pada awal permainan juga diatur secara ketat: Tekong harus berdiri di dalam lingkaran servis, sementara dua rekan timnya berada dalam batas sudut seperempat lingkaran. Pemain penerima servis bebas menempatkan posisi di area mereka sendiri.
Kini, Sepak Takraw diatur secara global oleh Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF), yang dibentuk pada 1988. Olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol keragaman budaya dan kerja sama antarbangsa di kawasan Asia Tenggara. Dengan kombinasi kecepatan, keakuratan, dan kerja tim, Sepak Takraw terus menarik minat generasi muda, menjadi bukti bahwa olahraga tradisional bisa tumbuh menjadi ajang internasional yang diakui secara resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dortmund Singkirkan Frankfurt, Puncaki Klasemen Sementara
Dortmund naik ke posisi teratas klasemen Bundesliga usai menang 1-0 atas Frankfurt lewat gol Beier di menit ke-80.
25 Oktober 2026

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Keduanya memiliki peran penting: sebelum untuk energi, sesudah untuk pemulihan, dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai untuk hasil maksimal.
24 Oktober 2026

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

