Sherina Kunjungi Lokasi Karhutla, Soroti Dampak Asap bagi Warga dan Satwa
Penyanyi Sherina mengunjungi area terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, menyaksikan langsung dampak asap tebal dan kerusakan lahan, serta mendukung upaya pemadaman dan rehabilitasi satwa liar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penyanyi dan aktor Sherina mengunjungi langsung wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, didampingi tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan aksi nyata terhadap krisis lingkungan yang berkepanjangan. Ia menyampaikan pengalaman saat pesawat yang ia tumpangi mengalami gangguan akibat asap tebal yang menghalangi jarak pandang, hingga terpaksa menunda pendaratan karena kondisi sangat membahayakan.
Saat tiba di lokasi, Sherina langsung berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memetakan titik-titik rawan kebakaran. Ia menyaksikan secara langsung sisa-sisa kebakaran yang belum sepenuhnya padam, terutama di sekitar Jalan Lingkar Luar, di mana bekas api masih terlihat jelas berupa tanah hitam dan munculnya api kecil yang berpotensi membesar kembali. Ia menekankan betapa parahnya dampak asap dari api sekecil pun terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Sherina juga merencanakan kunjungan ke pusat rehabilitasi BOSF di Nyaru Menteng, serta ke lokasi Tambore yang berjarak sekitar 2,5 jam dari Palangkaraya, tempat kebakaran kembali muncul meski telah dipadamkan. Di lokasi tersebut, ia menyoroti perlunya langkah preventif yang lebih ketat untuk melindungi lebih dari 200 ekor orangutan yang hidup di kawasan tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan instruksi darurat kepada enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan untuk meningkatkan penanganan karhutla. Sejauh ini, 21 perusahaan telah disegel terkait pelanggaran yang menyebabkan kebakaran, tersebar di Kalimantan Barat (7), Kalimantan Selatan (4), Kalimantan Tengah (3), Sumatera Selatan (4), serta satu perusahaan masing-masing di Kalimantan Timur, Lampung, dan Riau.
Kebakaran yang terus berulang ini berdampak langsung pada kesehatan warga, menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta mengganggu operasional transportasi darat, laut, dan udara. Sherina menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan tindakan nyata untuk mencegah kebakaran berulang, terutama di wilayah konservasi yang kaya keanekaragaman hayati.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


