Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Simpan Uang di Rekening? Ini Batas Aman Menurut Ahli

Ahli keuangan menyarankan jumlah dana di rekening harian hanya cukup untuk biaya satu bulan, agar keuangan tetap aman dan produktif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Simpan Uang di Rekening? Ini Batas Aman Menurut Ahli
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menyimpan uang dalam rekening bank tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama karena akses yang cepat dan fleksibel. Namun, menyimpan dana dalam jumlah besar dalam satu akun justru berisiko, baik dari sisi keamanan digital maupun pengorbanan nilai uang akibat inflasi jangka panjang. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu memperbesar pentingnya manajemen keuangan yang bijak, termasuk membatasi jumlah uang yang mengendap di rekening transaksi harian.

Menurut perencana keuangan bersertifikat, jumlah ideal yang sebaiknya dipertahankan dalam rekening utama hanya cukup untuk menutupi kebutuhan operasional selama satu bulan. Hal ini memastikan likuiditas tinggi tanpa menimbulkan kerugian akibat tidak adanya imbal hasil. “Rekening tabungan tidak menawarkan perlindungan seperti kartu kredit, sehingga jika terjadi pencurian digital, pemulihan dana bisa jauh lebih sulit,” jelas seorang pakar dari Amerika Serikat yang dikutip dalam kajian keuangan.

Sebaliknya, dana yang melebihi kebutuhan harian sebaiknya dialokasikan ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Ahli keuangan lain menekankan bahwa jumlah uang di rekening harian sebaiknya hanya mencukupi untuk dua minggu pengeluaran rutin, sementara sisanya dikelola secara strategis. “Keseimbangan terletak pada rasa aman tanpa kehilangan potensi pertumbuhan kekayaan,” ujar pakar tersebut.

Penting untuk membedakan antara dana operasional harian dan dana darurat. Tabungan darurat dirancang khusus untuk menghadapi risiko tak terduga seperti sakit mendadak atau kehilangan pekerjaan, dan sebaiknya disimpan terpisah dalam instrumen likuid dengan bunga lebih tinggi. Jumlah yang disarankan berkisar antara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan, agar tetap siap saat dibutuhkan tanpa mengganggu stabilitas finansial jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya