Simpan Uang di Rekening? Ini Batas Aman Menurut Ahli
Ahli keuangan menyarankan jumlah dana di rekening harian hanya cukup untuk biaya satu bulan, agar keuangan tetap aman dan produktif.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menyimpan uang dalam rekening bank tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama karena akses yang cepat dan fleksibel. Namun, menyimpan dana dalam jumlah besar dalam satu akun justru berisiko, baik dari sisi keamanan digital maupun pengorbanan nilai uang akibat inflasi jangka panjang. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu memperbesar pentingnya manajemen keuangan yang bijak, termasuk membatasi jumlah uang yang mengendap di rekening transaksi harian.
Menurut perencana keuangan bersertifikat, jumlah ideal yang sebaiknya dipertahankan dalam rekening utama hanya cukup untuk menutupi kebutuhan operasional selama satu bulan. Hal ini memastikan likuiditas tinggi tanpa menimbulkan kerugian akibat tidak adanya imbal hasil. “Rekening tabungan tidak menawarkan perlindungan seperti kartu kredit, sehingga jika terjadi pencurian digital, pemulihan dana bisa jauh lebih sulit,” jelas seorang pakar dari Amerika Serikat yang dikutip dalam kajian keuangan.
Sebaliknya, dana yang melebihi kebutuhan harian sebaiknya dialokasikan ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Ahli keuangan lain menekankan bahwa jumlah uang di rekening harian sebaiknya hanya mencukupi untuk dua minggu pengeluaran rutin, sementara sisanya dikelola secara strategis. “Keseimbangan terletak pada rasa aman tanpa kehilangan potensi pertumbuhan kekayaan,” ujar pakar tersebut.
Penting untuk membedakan antara dana operasional harian dan dana darurat. Tabungan darurat dirancang khusus untuk menghadapi risiko tak terduga seperti sakit mendadak atau kehilangan pekerjaan, dan sebaiknya disimpan terpisah dalam instrumen likuid dengan bunga lebih tinggi. Jumlah yang disarankan berkisar antara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan, agar tetap siap saat dibutuhkan tanpa mengganggu stabilitas finansial jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


