Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Simpeda Tembus Rp 75 Triliun, Dorong Digitalisasi Tabungan Berbasis Daerah

Tabungan Simpeda capai Rp 75 triliun per Juni 2026, diharapkan menjadi layanan keuangan digital yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Simpeda Tembus Rp 75 Triliun, Dorong Digitalisasi Tabungan Berbasis Daerah
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Saldo tabungan Simpeda telah mencapai Rp 74,86 triliun pada semester pertama tahun 2026, menandai kemajuan signifikan dalam penghimpunan dana ritel dari masyarakat melalui 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Angka ini bukan sekadar pencapaian akuntansi, melainkan cerminan kepercayaan publik terhadap peran BPD sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat lokal. Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari rakyat, dikelola secara bijak, dan dikembalikan dalam bentuk pembiayaan untuk sektor usaha, khususnya UMKM dan proyek ekonomi daerah.

Untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat, Simpeda kini didorong untuk bertransformasi dari produk tabungan konvensional menjadi layanan keuangan digital yang transaksional dan terintegrasi dengan kebutuhan harian. Fokus utama adalah meningkatkan pengalaman digital, memperluas jaringan merchant, serta mempermudah pembayaran, transfer, dan belanja secara daring. Tujuannya agar Simpeda tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari ekosistem keuangan sehari-hari.

Keunggulan Simpeda terletak pada keterpaduan 27 BPD yang memiliki jaringan kuat di tingkat daerah. Kekuatan lokal ini, jika terhubung secara nasional, mampu menciptakan ekosistem keuangan berbasis daerah yang berkelanjutan dan berdampak luas. Asbanda menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kedekatan dengan masyarakat daerah sambil memperkuat koneksi digital lintas wilayah. Transformasi ini diharapkan menjadikan Simpeda sebagai merek perbankan ritel nasional yang berakar dari kekuatan lokal.

Puncak kegiatan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu menjadi bukti nyata kedekatan BPD dengan masyarakat. Lebih dari 30 ribu orang hadir, menciptakan geliat ekonomi lokal melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM. Acara ini bukan sekadar ajang undian, tetapi momentum memperkuat komitmen BPD untuk menjadi mitra ekonomi daerah. Menurut Ketua Umum Asbanda, manfaat terbesar yang harus diberikan BPD bukan hanya hadiah, tetapi kenyamanan, keamanan, dan pelayanan berkualitas setiap hari.

Dengan fondasi yang kuat dari 27 BPD dan transformasi digital yang berkelanjutan, Simpeda diharapkan menjadi motor perekonomian daerah sekaligus pilar stabilitas keuangan nasional. Dana yang berasal dari masyarakat akan kembali memperkuat ekonomi lokal, menciptakan siklus positif yang berkelanjutan. Dalam visi Asbanda, Simpeda bukan hanya tabungan—tapi bentuk konkret dari kemitraan ekonomi antara rakyat, daerah, dan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya