Sisil, Empu Keris Perempuan dari Sumenep yang Lanjutkan Warisan Keluarga
Perempuan muda asal Sumenep, Sisil, kini menjadi salah satu dari sedikit empu keris perempuan yang aktif di Desa Aeng Tongtong, melanjutkan tradisi keluarga dengan penuh kesadaran filosofis dan profesionalisme.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah kesibukan desa yang terkenal sebagai pusat pembuatan keris di Madura, Hashilatun Nasifah, akrab dipanggil Sisil, dengan tenang menjalani proses pembuatan keris di bengkel sederhana di depan rumahnya. Seorang perempuan berusia 25 tahun, ia memilih menempuh jalan yang langka: melanjutkan tradisi empu keris yang selama ini didominasi laki-laki. Setelah menyelesaikan pendidikan penerbangan di Sidoarjo, ia sempat bekerja di bandara sebagai petugas ticketing dan kargo, namun memutuskan kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri pada warisan keluarganya.
Sisil bukanlah baru belajar di tengah jalan. Sejak kecil, ia telah mengenal keris sebagai bagian dari kehidupan keluarga. Namun, baru pada 2022, saat mulai belajar secara serius bersama ayahnya, Abdus Siddik, ia memahami secara mendalam proses pembuatan keris dari awal hingga akhir. Proses yang melibatkan penempaan logam, pembentukan bilah, penghalusan, hingga pewarangan untuk menciptakan pamor, membutuhkan ketelitian dan ketahanan fisik yang tinggi. Ia menyadari bahwa setiap tahapan bukan sekadar teknik, melainkan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai yang melekat pada keris.
Setiap keris yang dihasilkannya bukan sekadar produk, melainkan ekspresi filosofi dan harapan. Ia menekankan bahwa pamor seperti junjung drajat mengandung makna mendalam, yaitu doa agar manusia dapat meningkatkan martabatnya dalam kehidupan sosial dan spiritual. Meski mengakui tantangan fisik sebagai perempuan di bidang yang menuntut tenaga besar, ia menolak anggapan bahwa gender menjadi penghalang. Dukungan dari sesama empu di Aeng Tongtong, termasuk rekan laki-laki, membuat kerja sama berjalan harmonis dan saling melengkapi.
Dengan harga jual keris berkisar dari puluhan ribu hingga mencapai Rp20 juta untuk karya kelas menengah, serta ratusan juta untuk keris pusaka, Sisil melihat profesi ini bukan hanya sebagai pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan. Ia berharap generasi muda, khususnya perempuan, dapat lebih mengenal keris bukan hanya sebagai benda kuno, tetapi sebagai warisan pengetahuan yang hidup dan relevan. Menurutnya, langkah pertama adalah mencintai dan memahami maknanya sebelum terjun ke dunia perkerisan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

