Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sosialisasi MediaMIND 2026 Dorong Pemahaman Akurat Soal Pertambangan

MediaMIND 2026 digelar untuk meningkatkan kualitas informasi tentang pertambangan yang seimbang dan mendalam, menyoroti kontribusi ekonomi serta keberlanjutan sektor strategis ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 07.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sosialisasi MediaMIND 2026 Dorong Pemahaman Akurat Soal Pertambangan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Sosialisasi perdana MediaMIND 2026 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin menekankan pentingnya penyampaian informasi mengenai pertambangan yang tidak hanya akurat, tetapi juga menyeluruh dan berimbang. Dalam paparannya, Suhasman, Direktur Kemahasiswaan UNHAS, mengungkapkan bahwa persepsi publik terhadap industri ini sering kali terbentuk tanpa pemahaman mendalam terhadap konteks kebijakan, dampak ekonomi, dan proses pengelolaan sumber daya. Ia menyebut bahwa respons publik di media sosial kerap menunjukkan ketidaksesuaian dengan fakta yang sebenarnya, terutama ketika informasi diserap secara parsial.

Kondisi ini, menurut Suhasman, dipicu oleh dominasi narasi negatif yang lebih menarik perhatian dibandingkan dengan informasi positif tentang manfaat jangka panjang dari aktivitas pertambangan. Ia menyoroti minimnya kesadaran masyarakat terhadap kontribusi nyata sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pendapatan daerah. Di tengah kekhawatiran lingkungan yang wajar, diperlukan keseimbangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang merugikan proses pembangunan berkelanjutan.

Indonesia, dengan cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah, kini sedang memasuki era baru dalam pengelolaan sumber daya. Fokus beralih dari ekstraksi mentah menuju hilirisasi dan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dalam negeri. Pendekatan ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan manfaat dari sumber daya alam dirasakan secara merata. Dalam kerangka ini, MediaMIND 2026 mengusung enam subtema kunci: Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi dan Industrialisasi, Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.

Kompetisi jurnalistik ini secara resmi dibuka pada 1 Agustus 2026, dengan periode publikasi karya yang dilombakan mencakup rentang waktu 15 September 2025 hingga 17 September 2026. Batas pengumpulan untuk jurnalis ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan kategori umum, akademisi, dan pengamat diperpanjang hingga 25 Oktober 2026. Tujuannya adalah mendorong media dan pelaku jurnalistik untuk menyajikan narasi yang mendalam, berbasis data, dan mendorong diskusi publik yang konstruktif terhadap sektor pertambangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya