Spirulina, Makanan Kuno yang Kembali Dibangkitkan
Spirulina, mikroalga berwarna hijau-biru, telah menjadi sumber nutrisi sejak abad ke-16 di peradaban Aztek dan suku Kanembu, kini kembali dipromosikan global sebagai solusi pangan berkelanjutan dan superfood.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.19 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Spirulina, bentuk mikroorganisme bersel tunggal berbentuk spiral, telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman kuno. Dalam bentuk alami, ia tumbuh di danau-danau tropis dengan tingkat keasaman tinggi, kondisi yang menghambat pertumbuhan mikroba lain sehingga spirulina berkembang secara dominan. Jenis utamanya, Arthrospira platensis dan Arthrospira maxima, dikenal karena kandungan gizi yang sangat tinggi, termasuk protein hingga 70% dari berat kering, serta asam amino esensial, zat besi, beta-karoten, dan fikosianin sebagai antioksidan alami.
Penggunaan spirulina sebagai pangan telah tercatat dalam dua peradaban kuno yang berjauhan secara geografis. Di Meksiko, masyarakat Aztek pada abad ke-16 mengumpulkan spirulina dari Danau Texcoco, mengeringkannya, dan membentuknya menjadi kue berwarna hijau kekuningan bernama Tecuitlatl. Makanan ini menjadi sumber protein utama bagi pejuang dan penduduk lokal. Di Afrika Tengah, suku Kanembu di sekitar Danau Chad telah memanen spirulina secara turun-temurun, mengeringkannya di pasir hingga keras, lalu membentuknya menjadi Dihé yang dikonsumsi sebagai pelengkap sup atau sayuran.
Ketertarikan ilmiah terhadap spirulina dimulai pada tahun 1960-an ketika seorang ahli botani Prancis, Jean Leonard, meneliti Dihé di pasar-pasar tradisional Chad. Temuan menunjukkan bahwa spirulina memiliki komposisi nutrisi yang luar biasa, mampu menjawab kebutuhan gizi dasar dalam konteks kelaparan dan malnutrisi. Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta World Health Organization (WHO) pada 1970-an untuk mendorong budidaya spirulina sebagai alternatif pangan global.
Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pangan bumi, tetapi juga menjangkau eksplorasi luar angkasa. NASA dan European Space Agency (ESA) menilai spirulina sebagai kandidat potensial untuk sistem pangan berkelanjutan di stasiun luar angkasa, karena kemampuannya tumbuh cepat, memproduksi oksigen, dan menyediakan nutrisi lengkap dalam ruang terbatas. Dengan keunggulan tersebut, spirulina kini tidak lagi sekadar makanan kuno, tetapi bagian dari strategi pangan masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak
Studi menemukan kafein dari minuman bersoda berdampak pada durasi tidur dan struktur otak anak usia 9–11 tahun, meski hubungan belum terbukti sebab-akibat.
24 Oktober 2026

Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional
Subsektor kuliner menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional, disusul fashion dan kriya, dengan pemerintah mendorong peningkatan kualitas, promosi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
23 Oktober 2026

Little Bandung Hadir di Blok M, Ramaikan Kuliner Jakarta
Program pop-up 'Little Bandung' di Pasaraya Blok M menghadirkan lima kuliner legendaris Bandung untuk dinikmati warga Jakarta selama 23–25 Oktober 2026.
23 Oktober 2026

7 Lokasi Jajanan Pasar Autentik di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tujuh tempat jajanan pasar tradisional di Jakarta menawarkan beragam kue basah khas dengan cita rasa yang membangkitkan kenangan masa kecil.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

