Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak

Studi menemukan kafein dari minuman bersoda berdampak pada durasi tidur dan struktur otak anak usia 9–11 tahun, meski hubungan belum terbukti sebab-akibat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Konsumsi minuman bersoda yang mengandung kafein ternyata berpotensi memengaruhi perkembangan otak dan kebiasaan tidur anak. Meski kopi sering menjadi sorotan utama saat membahas kafein, penelitian terbaru menunjukkan bahwa minuman ringan seperti soda juga menjadi sumber utama zat stimulan ini, terutama bagi anak-anak yang rutin mengonsumsinya. Fakta ini mengingatkan orang tua bahwa perhatian terhadap kandungan kafein tidak hanya terbatas pada minuman kopi atau teh.

Penelitian berbasis data dari 9.632 anak berusia 9 hingga 11 tahun yang terlibat dalam Studi Perkembangan Otak dan Kognitif Remaja di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein, termasuk soda, cenderung tidur lebih sedikit. Durasi tidur yang terganggu ini kemudian dikaitkan dengan perbedaan kecil dalam struktur otak, khususnya pada luas permukaan korteks—bagian otak yang berperan penting dalam perhatian, pengambilan keputusan, dan pengelolaan emosi.

Hasil pemindaian MRI menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berkafein per minggu menunjukkan perbedaan struktur otak dibandingkan yang tidak mengonsumsi. Namun, peneliti menekankan bahwa temuan ini hanya menunjukkan korelasi, bukan hubungan sebab-akibat langsung. Faktor lain seperti gaya hidup, aktivitas fisik, dan pola tidur juga ikut berperan, sehingga sulit memisahkan pengaruh kafein secara eksklusif.

Yang menarik, sebagian besar hubungan antara konsumsi kafein dan perubahan struktur otak justru dipengaruhi oleh minuman bersoda, bukan kopi atau teh. Ini menunjukkan bahwa kafein dalam soda bisa menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan neurologis anak, terlebih jika dikonsumsi secara rutin tanpa pengawasan. Orang tua diminta lebih waspada, termasuk memeriksa label kemasan untuk mengetahui kandungan kafein dalam produk yang dikonsumsi anak.

Upaya pencegahan bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi asupan minuman bersoda, membangun jadwal tidur yang konsisten, dan meningkatkan kesadaran akan sumber kafein di luar kopi. Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan otak dan kualitas tidur anak, yang pada akhirnya mendukung tumbuh kembang secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya