Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional
Subsektor kuliner menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional, disusul fashion dan kriya, dengan pemerintah mendorong peningkatan kualitas, promosi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 20x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kuliner menduduki posisi teratas sebagai penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional, menurut pernyataan anggota DPR RI yang menekankan pentingnya pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Ia menyebutkan bahwa diikuti oleh sektor fashion dan kriya sebagai peringkat dua dan tiga, sehingga perlu strategi sistemik dalam penguatan kapasitas usaha, mulai dari kualitas produk hingga promosi pasar. Kegiatan bimbingan teknis yang digelar di Surabaya dihadiri sekitar 70 pelaku kuliner, bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui pendekatan kewirausahaan berkelanjutan.
Keterkaitan erat antara kuliner dan pariwisata menjadi sorotan utama, di mana kekhasan makanan lokal dilihat sebagai daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, kolaborasi antara kedua sektor dinilai krusial untuk memperkuat ekonomi daerah. Anggota parlemen tersebut menekankan perlunya pelaku usaha memperhatikan aspek higienis, citarasa, kemasan, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar secara efektif.
Dukungan pembiayaan juga menjadi fokus, terutama melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan suku bunga 8 persen. Pemerintah juga telah membentuk Satgas UMKM untuk menangani gangguan dari pihak-pihak yang merugikan pelaku usaha, sehingga menciptakan iklim usaha yang lebih aman dan kondusif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha secara merata dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Di sisi lain, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa pengembangan kuliner Surabaya harus berfokus pada penguatan merek lokal seperti rujak cingur dan spikoe agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Menurutnya, meskipun produk-produk tersebut sudah dikenal, masih diperlukan peningkatan dalam aspek daya tahan, kemasan, dan branding agar lebih menarik bagi konsumen luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak
Studi menemukan kafein dari minuman bersoda berdampak pada durasi tidur dan struktur otak anak usia 9–11 tahun, meski hubungan belum terbukti sebab-akibat.
24 Oktober 2026

Little Bandung Hadir di Blok M, Ramaikan Kuliner Jakarta
Program pop-up 'Little Bandung' di Pasaraya Blok M menghadirkan lima kuliner legendaris Bandung untuk dinikmati warga Jakarta selama 23–25 Oktober 2026.
23 Oktober 2026

7 Lokasi Jajanan Pasar Autentik di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tujuh tempat jajanan pasar tradisional di Jakarta menawarkan beragam kue basah khas dengan cita rasa yang membangkitkan kenangan masa kecil.
23 Oktober 2026

Mengatasi Mengantuk di Tempat Kerja dengan 8 Strategi Efektif
Gangguan kewaspadaan akibat mengantuk saat bekerja bisa diminimalisir melalui langkah-langkah sederhana seperti hidrasi, istirahat mata, olahraga ringan, dan penyesuaian lingkungan kerja.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

