Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional

Subsektor kuliner menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional, disusul fashion dan kriya, dengan pemerintah mendorong peningkatan kualitas, promosi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 20x dibuka
Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kuliner menduduki posisi teratas sebagai penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional, menurut pernyataan anggota DPR RI yang menekankan pentingnya pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Ia menyebutkan bahwa diikuti oleh sektor fashion dan kriya sebagai peringkat dua dan tiga, sehingga perlu strategi sistemik dalam penguatan kapasitas usaha, mulai dari kualitas produk hingga promosi pasar. Kegiatan bimbingan teknis yang digelar di Surabaya dihadiri sekitar 70 pelaku kuliner, bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui pendekatan kewirausahaan berkelanjutan.

Keterkaitan erat antara kuliner dan pariwisata menjadi sorotan utama, di mana kekhasan makanan lokal dilihat sebagai daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, kolaborasi antara kedua sektor dinilai krusial untuk memperkuat ekonomi daerah. Anggota parlemen tersebut menekankan perlunya pelaku usaha memperhatikan aspek higienis, citarasa, kemasan, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar secara efektif.

Dukungan pembiayaan juga menjadi fokus, terutama melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan suku bunga 8 persen. Pemerintah juga telah membentuk Satgas UMKM untuk menangani gangguan dari pihak-pihak yang merugikan pelaku usaha, sehingga menciptakan iklim usaha yang lebih aman dan kondusif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha secara merata dan berkelanjutan di berbagai daerah.

Di sisi lain, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa pengembangan kuliner Surabaya harus berfokus pada penguatan merek lokal seperti rujak cingur dan spikoe agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Menurutnya, meskipun produk-produk tersebut sudah dikenal, masih diperlukan peningkatan dalam aspek daya tahan, kemasan, dan branding agar lebih menarik bagi konsumen luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya