Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mengatasi Mengantuk di Tempat Kerja dengan 8 Strategi Efektif

Gangguan kewaspadaan akibat mengantuk saat bekerja bisa diminimalisir melalui langkah-langkah sederhana seperti hidrasi, istirahat mata, olahraga ringan, dan penyesuaian lingkungan kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Mengatasi Mengantuk di Tempat Kerja dengan 8 Strategi Efektif📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kantuk yang muncul saat bekerja bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan tanda tubuh membutuhkan perbaikan kualitas tidur dan gaya hidup. Kurangnya cairan dalam tubuh, yang dikenal sebagai dehidrasi, sering kali menjadi pemicu utama rasa kantuk dan penurunan konsentrasi. Mengatasi hal ini dimulai dari asupan air putih secara rutin, bukan kopi atau minuman berkafein yang justru memperparah dehidrasi.

Paparan layar komputer atau ponsel dalam waktu lama menyebabkan ketegangan mata dan kelelahan mental. Solusinya, lakukan jeda singkat setiap satu jam untuk menutup mata sebentar atau memandang ke jauh. Gerakan sederhana ini membantu mengembalikan fokus dan mengurangi rasa lelah yang menumpuk.

Aktivitas fisik ringan sebelum bekerja, seperti berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit, terbukti meningkatkan aliran darah dan stamina tubuh. Gerakan ini tidak hanya menyiapkan tubuh secara fisik, tetapi juga membantu otak menjadi lebih responsif. Sama halnya dengan tidur siang singkat selama 15 hingga 30 menit, yang mampu memperbaiki fungsi kognitif, termasuk kemampuan menyelesaikan perhitungan dan penalaran logis.

Pola makan juga memengaruhi energi kerja. Hindari camilan tinggi gula dan minuman berkafein berlebihan yang hanya memberi energi instan namun cepat menurun. Alih-alih, pilih makanan kaya protein dan vitamin seperti buah-buahan serta kacang-kacangan yang menopang energi lebih stabil sepanjang hari.

Lingkungan kerja yang terang juga berdampak positif. Paparan cahaya alami dari sinar matahari membantu mengatur ritme sirkadian, sementara lampu dengan intensitas cukup mencegah mata cepat lelah. Jika tidak memungkinkan, gunakan pencahayaan yang mendukung kenyamanan visual.

Terakhir, teknik pernapasan dalam—menarik napas selama empat hitungan, menahan selama empat hitungan, dan menghembuskan perlahan selama empat hitungan—dapat meningkatkan oksigenasi otak. Teknik ini membantu menjernihkan pikiran, mengurangi kelelahan mental, dan memperkuat konsentrasi saat menjalankan tugas harian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya