Mengatasi Mengantuk di Tempat Kerja dengan 8 Strategi Efektif
Gangguan kewaspadaan akibat mengantuk saat bekerja bisa diminimalisir melalui langkah-langkah sederhana seperti hidrasi, istirahat mata, olahraga ringan, dan penyesuaian lingkungan kerja.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kantuk yang muncul saat bekerja bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan tanda tubuh membutuhkan perbaikan kualitas tidur dan gaya hidup. Kurangnya cairan dalam tubuh, yang dikenal sebagai dehidrasi, sering kali menjadi pemicu utama rasa kantuk dan penurunan konsentrasi. Mengatasi hal ini dimulai dari asupan air putih secara rutin, bukan kopi atau minuman berkafein yang justru memperparah dehidrasi.
Paparan layar komputer atau ponsel dalam waktu lama menyebabkan ketegangan mata dan kelelahan mental. Solusinya, lakukan jeda singkat setiap satu jam untuk menutup mata sebentar atau memandang ke jauh. Gerakan sederhana ini membantu mengembalikan fokus dan mengurangi rasa lelah yang menumpuk.
Aktivitas fisik ringan sebelum bekerja, seperti berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit, terbukti meningkatkan aliran darah dan stamina tubuh. Gerakan ini tidak hanya menyiapkan tubuh secara fisik, tetapi juga membantu otak menjadi lebih responsif. Sama halnya dengan tidur siang singkat selama 15 hingga 30 menit, yang mampu memperbaiki fungsi kognitif, termasuk kemampuan menyelesaikan perhitungan dan penalaran logis.
Pola makan juga memengaruhi energi kerja. Hindari camilan tinggi gula dan minuman berkafein berlebihan yang hanya memberi energi instan namun cepat menurun. Alih-alih, pilih makanan kaya protein dan vitamin seperti buah-buahan serta kacang-kacangan yang menopang energi lebih stabil sepanjang hari.
Lingkungan kerja yang terang juga berdampak positif. Paparan cahaya alami dari sinar matahari membantu mengatur ritme sirkadian, sementara lampu dengan intensitas cukup mencegah mata cepat lelah. Jika tidak memungkinkan, gunakan pencahayaan yang mendukung kenyamanan visual.
Terakhir, teknik pernapasan dalam—menarik napas selama empat hitungan, menahan selama empat hitungan, dan menghembuskan perlahan selama empat hitungan—dapat meningkatkan oksigenasi otak. Teknik ini membantu menjernihkan pikiran, mengurangi kelelahan mental, dan memperkuat konsentrasi saat menjalankan tugas harian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak
Studi menemukan kafein dari minuman bersoda berdampak pada durasi tidur dan struktur otak anak usia 9–11 tahun, meski hubungan belum terbukti sebab-akibat.
24 Oktober 2026

Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional
Subsektor kuliner menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional, disusul fashion dan kriya, dengan pemerintah mendorong peningkatan kualitas, promosi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
23 Oktober 2026

Little Bandung Hadir di Blok M, Ramaikan Kuliner Jakarta
Program pop-up 'Little Bandung' di Pasaraya Blok M menghadirkan lima kuliner legendaris Bandung untuk dinikmati warga Jakarta selama 23–25 Oktober 2026.
23 Oktober 2026

7 Lokasi Jajanan Pasar Autentik di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tujuh tempat jajanan pasar tradisional di Jakarta menawarkan beragam kue basah khas dengan cita rasa yang membangkitkan kenangan masa kecil.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

