Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Naik karena Aksi Mafia

Pemerintah memastikan stok beras nasional mencapai rekor 5 juta ton, namun kenaikan harga tetap terjadi akibat intervensi mafia perberasan yang kini sedang ditangani secara tegas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 89x dibuka
Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Naik karena Aksi Mafia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 5 juta ton, sekalipun harga di pasar masih mengalami kenaikan signifikan. Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa menyoroti adanya praktik tidak sehat yang mendistorsi harga, khususnya dari kelompok yang disebut sebagai mafia perberasan. Ia menekankan bahwa fenomena ini terjadi meski pasokan dalam kondisi melimpah, menunjukkan adanya permainan di balik layar yang merugikan konsumen.

Saleh menyampaikan bahwa pihak terkait, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, telah melakukan penanganan terhadap pelaku-pelaku yang terlibat dalam praktik manipulasi pasar beras. Ia mencontohkan kasus beras fortifikasi dan beras premium pada tahun 2025 sebagai bentuk permasalahan yang pernah muncul dan kini sedang diatasi secara sistematis. Menurutnya, intervensi pasar harus dilakukan secara cepat dan tegas untuk menghindari lonjakan harga yang sulit dikendalikan.

Perum Bulog sebagai pelaksana operasi pasar telah menyiapkan mekanisme respons cepat. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh kondisi iklim El Nino yang menurunkan produktivitas beras di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia, India, China, Thailand, dan Vietnam. Namun, menurutnya, kondisi alam bukan alasan utama harga tetap tinggi, melainkan peran aktif oknum yang memanipulasi distribusi.

Untuk merespons kondisi tersebut, Bulog menerapkan prinsip "pukul dulu urusan belakang" atau PDUB, yaitu langsung melakukan intervensi tanpa menunggu proses administrasi selesai. Jika terdeteksi kenaikan harga di suatu daerah, operasi pasar langsung dilakukan dengan laporan menyusul. Strategi ini dilakukan untuk mencegah harga melambung lebih tinggi, karena menurut Rizal, jika menunggu proses administratif, harga bisa melambung jauh lebih tinggi dan sulit dikendalikan kembali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya