Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Suara Dentuman Misterius Goyang Bandung Malam Hari

Warga Bandung dan sekitarnya mengalami kegaduhan akibat suara dentuman berulang pada malam Jumat hingga dini hari Sabtu, yang akhirnya ditegaskan BMKG bukan berasal dari gempa atau aktivitas signifikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Suara Dentuman Misterius Goyang Bandung Malam Hari
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada malam Jumat hingga dini hari Sabtu, sejumlah warga di Bandung dan wilayah sekitarnya melaporkan mendengar suara dentuman yang berulang dan terasa menggema. Suara tersebut terasa begitu nyata hingga menimbulkan kekhawatiran, terutama karena muncul pada waktu tidur dan disertai getaran ringan pada kaca jendela. Salah satu pelapor, Riva Dessthania, mengungkapkan bahwa suara itu terdengar dari pukul 24.00 hingga 02.00, dengan pola yang hilang timbul, membuatnya sempat khawatir ada orang mencuri di atap rumah.

Banyak warga lain yang mengalami hal serupa, bahkan beberapa menyebut suaranya begitu kencang hingga mengganggu kenyamanan tidur. Salah satu pengguna media sosial mengungkapkan, kaca di kamar mandi bergetar dan hingga pagi hari masih merasa was-was. Beberapa warga pun menduga suara itu berasal dari latihan militer atau kegiatan terkait keamanan, namun dugaan tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa suara dentuman tersebut tidak memiliki kaitan dengan aktivitas gempa bumi. Hasil pemantauan data kegempaan selama periode tersebut menunjukkan tidak ada aktivitas seismik yang terdeteksi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap laporan masyarakat.

Meski ada aktivitas petir yang tercatat dalam data Lightning Detector BMKG, intensitasnya tergolong rendah dan tidak cukup kuat untuk menghasilkan dentuman berulang seperti yang dilaporkan. Dengan demikian, BMKG menyimpulkan bahwa suara tersebut bukan akibat fenomena alam ekstrem atau aktivitas geologis, melainkan kemungkinan besar berasal dari sumber lain yang masih dalam proses penyelidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya