Subsidi dan Kompensasi Energi Meningkat ke Rp700 Triliun Akibat Geopolitik
Kenaikan harga energi global akibat konflik geopolitik berpotensi menaikkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam negeri hingga Rp700 triliun per tahun.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tingginya volatilitas harga energi dunia akibat ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan fiskal negara. Wakil Menteri ESDM menyatakan bahwa tekanan fiskal akan semakin besar jika tidak diantisipasi dengan langkah strategis, terutama dalam memperkuat ketersediaan energi baru dan terbarukan. Saat ini, beban subsidi dan kompensasi energi sudah mencapai sekitar Rp400 triliun per tahun, tetapi ancaman dari pergeseran pasar global bisa menambah beban tersebut hingga Rp300 triliun lagi.
Dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran, serta konflik di Ukraina yang belum menunjukkan tanda penyelesaian, telah mengganggu rantai pasok energi global. Hal ini berpotensi mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar, listrik, dan LPG dalam negeri, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap inflasi dan biaya produksi industri. Kenaikan tersebut bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi makro dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam paparannya di acara EBTKE Conex di JIExpo Kemayoran, pihak Kementerian ESDM menegaskan bahwa tanpa perencanaan matang, kenaikan harga energi global dapat menggerus kemandirian energi nasional. “Jika kita tidak mengantisipasi dengan memperluas pemanfaatan energi terbarukan, maka beban subsidi dan kompensasi yang saat ini Rp400 triliun bisa melonjak hingga Rp700 triliun,” tegasnya. Pernyataan ini menekankan urgensi transisi energi sebagai solusi jangka panjang.
Peningkatan anggaran tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan APBN, terutama jika tidak diimbangi dengan efisiensi dan pengembangan sumber energi lokal. Kebijakan yang seimbang antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan fiskal menjadi kunci. Pemerintah terus mendorong percepatan investasi di sektor energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan risiko kenaikan subsidi di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


